Aplikasi Pupuk Hijau Tanaman Paitan (Tithonia Diversifolia L.) Terhadap Hasil Dan Kualitas Tanaman Sawi Pagoda (Brassica Narinosa L.)
Abstract
Sawi pagoda (Brassica narinosa L.) merupakan salah satu jenis tanaman pertanian yang semakin diminati oleh masyarakat karena gizinya yang tinggi dan rasanya yang unik. Tanaman sawi pagoda mengandung mineral dan serat, daunnya yang lebat dan berwarna hijau pekat berbentuk mekar seperti bunga. Tanaman sawi pagoda memiliki berat kurang lebih 200 gram dengan tekstur yang renyah dan sawi pagoda memiliki cukup kaya akan nutrisi yaitu vitamin A, C, beta karoten, kalsium, folat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk hijau tanaman paitan terhadap hasil dan kualitas tanaman sawi pagoda. Untuk mengetahui dosis terbaik pemberian pupuk hijau tanaman paitan yang dapat memberikan pengaruh terhadap hasil dan kualitas tanaman sawi pagoda.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana dengan 4 perlakuan dosis pupuk hijau tanaman paitan, N0 =tanpa pupuk hijau tanaman paitan, N1 = 10 ton/ha-1, N2 = 15 ton/ha-1, N3 = 20 ton/ha-1. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali, masing-masing perlakuan terdiri dari 16 tanaman per petak terdiri dari dua sampel tanaman yang akan diamati dan 14 tanaman dijadikan sebagai bahan pengamatan destruktif, sehingga didapatkan total perlakuan sebanyak 4 perlakuan, 12 petak dengan total populasi sebanyak 192 tanaman.
Variabel yang diamati meliputi: tinggi tanaman, lebar kanopi, bobot segar total tanaman, bobot segar tajuk, bobot segar akar, bobot kering total tanaman, bobot kering tajuk, bobot kering akar,struktur padatan terlarut, uji klorofil, dan kandungan Vitamin C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian perlakuan dosis pupuk hijau tanaman paitan 15 ton/ha-1 berpengaruh nyata terhadap variabel pertumbuhan bobot segar total tanaman (208,02 g), bobot segar tajuk (200,28 g), bobot kering total tanaman (14,97 g), bobot kering tajuk (11,63 g), uji klorofil (57,02 mg/g). Perlakuan 20 ton/ha-1 berpengaruh nyata terhadap hasil yang meliputi struktur padatan terlarut (2,83), vitamin c (41,67 mg/100g).
