Pengaruh Aplikasi Nano Kompos Dan Nano Npk Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kangkung (Ipomoea Reptans Poir) Pada Tanah InceptisolPengaruh Aplikasi Nano Kompos Dan Nano Npk Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kangkung (Ipomoea Reptans Poir) Pada Tanah Inceptisol
Abstract
Kangkung (Ipomoea reptans poir) merupakan sayuran populer karena gizinya yang tinggi, siklus panen yang cepat, dan adaptasi yang baik terhadap berbagai kondisi lingkungan. Penggunaan pupuk anorganik dalam jangka waktu yang lama dapat merusak kesuburan tanah, terlebih pada tanah inceptisol yang rendah kandungan bahan organiknya. Nanofertilizer hadir menawarkan solusi dalam memperbaiki kesuburan tanah, dengan ukurannya yang sangat kecil terbukti mampu meningkatkan penyerapan tanaman, serta efisiensi pengguanaan pupuk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh dosis nano kompos, dan nano NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung (Ipomoea reptans poir) pada tanah inceptisol.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April – Juni 2025 di Green House yang berlokasi di Desa Sidomulyo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang di mana faktor pertama dosis nano kompos yang terdiri dari D0 : 0 ton/hektar, D1 : 1 ton/hektar, D2 : 2 ton/hektar. Sedangkan faktor kedua adalah dosis nano NPK yang terdiri dari P1 = 200 kg/hektar, P2 = 400 kg/hektar, P3 = 600 kg/hektar. Dari kedua faktor terdapat 9 kombinasi perlakuan, masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan 3 sampel per ulangan, sehingga secara keseluruhan terdapat 81 sampel. Variabel yang diamati meliputi variabel pertumbuhan terdiri dari panjang tanaman, jumlah daun, dan luas daun. Sedangkan variabel hasil terdiri dari bobot segar total per polybag, bobot segar total per tanaman, dan bobot kering total per polybag, Data yang diperoleh kemudian dilakukan uji F (ANOVA) untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap pertumbuhan, dan hasil tanaman. Bila terdapat pengaruh nyata maka dilakukan uji lanjut BNJ 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi nano kompos dan nano NPK memberikan pengaruh interaksi yang nyata terhadap pertumbuhan, dan hasil kangkung. Perlakuan D1P1 (nano kompos 1 ton/hektar + nano NPK 200 kg/hektar) menunjukkan hasil terbaik pada variabel panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar per polybag, bobot segar per tanaman, dan bobot kering per polybag. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada pengaplikasian pupuk dalam bentuk nano, dan pemberian pupuk dengan dosis yang lebih besar tidak selalu memberikan hasil yang lebih baik. Hal ini terbukti dengan penambahan nano kompos, dan penggunaan nano NPK dosis tinggi justru menurunkan hasil tanaman. Hasil ini menunjukkan bahwa nano kompos dapat menghemat penggunaan pupuk kimia.
