Pengaruh Pengurangan Dosis Pupuk Za Dan Penambahan Nutrisi Hayati Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Tembakau (Nicotiana Tabacum L.)
Abstract
Tembakau (Nicotiana tabacum L.) merupakan salah satu komoditas penting di Indonesia. Peran tembakau sangat penting dalam industri hasil tembakau dalam kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Produksi tanaman tembakau sampai saat ini masih tergolong rendah dan belum stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengurangan dosis pupuk ZA dan penambahan Nutrisi Hayati terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tembakau.
Penelitian ini dilaksanakan di lahan pertanian yang berlokasi di Kelurahan Talun, Kecamatan Talun Kabupaten Blitar Jawa Timur dimulai pada bulan Mei 2022 sampai dengan bulan November 2022. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari empat level yaitu: P1(Pupuk ZA dengan dosis 400 kg/Ha) P2 (Pupuk ZA dengan dosis 300 kg/Ha + Nutrisi hayati 25 liter/Ha) P3 (Pupuk ZA dengan dosis 200 kg/Ha + Nutrisi hayati 25 liter/Ha) P4 (Pupuk ZA dengan dosis 100 kg/Ha + Nutrisi hayati 25 liter/Ha) dan P5 (Pupuk hayati (nutrisi): Nutripos 20 liter/Ha + Nutrisida 5 liter/Ha). Dengan jumlah perlakuan 5 macam setiap perlakuan diulang 5 kali, dan setiap plot memiliki 5 guludan.. Jumlah tanaman setiap plot sebanyak 100 tanaman sehingga terdapat 2.500 tanaman dengan jarak tanam 40 cm x 40 cm dan jarak antara guludan 1 m. Pemberian pupuk pada setiap perlakuan dilakukan 2 tahap pada umur 10 dan 25 hst, pemupukan pupuk ZA pertama dilakukan dengan cara ditabur disekeliling batang tanaman, sedangkan untuk nutrisi hayati Nutripos dilarutkan dan dikocor pertanaman sebanyak 50 ml, sedangkan untuk nutrisida dilarutkan dan disemprotkan ketanaman tembakau yang dilakuan setiap sore hari.
Semua data yang diperoleh selanjutnya dianalisis sidik ragam (ANOVA) atau uji F taraf nyata 5% dengan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf 5%. Parameter pengamatan antara lain: tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar total, bobot kering total, bobot segar daun, dan bobot kering daun pertanaman. Hasil pengurangan dosis pupuk ZA dari 400 kg menjadi 100 kg/Ha dan penambahan Nutrisi Hayati meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tembakau dibandingkan dengan penggunaan pupuk ZA (400 kg/Ha) atau Nutrisi hayati saja. Hasil uji kolerasi menunjukan bahwa hubungan antara pertumbuhan tanaman tembakau pada umur 10 MST dengan hasil tanaman tembakau berkategori sangat kuat dan positif yaitu sebesar 0,88. Ini menujukkan bahwa semakin tinggi perkembangan organ vegetatif tanaman tembakau, semakin tinggi hasil tembakau.
