Preferensi Generasi Z (Zoomer) Terhadap Konsumsi Kopi Instan Dalam Kemasan (Studi Kasus Pada Mahasiswa Kota Malang)
Abstract
Kopi merupakan jenis tumbuhan yang mengandung kafein dan dapat diolah
menjadi minuman lezat. Selain itu, kopi juga merupakan salah satu hasil
perkebunan yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi di antara tanaman
perkebunan lainnya dan berperan penting sebagai sumber devisa Negara.
Tingginya potensi pertanian kopi di Indonesia belum sejalan dengan tingkat
konsumsinya. Bonus demografi Indonesia menjadi peluang bagi pelaku bisnis di
Indonesia untuk mengembangkan usahanya khususnya pada bidang dagang kopi.
Menurut data, kaum muda Indonesia mencapai 75,48 juta orang atau 26,94 persen
dari total penduduk negara yang 270,2 juta orang, hingga 2020. Sementara itu,
generasi milenial menyumbang 68,90 juta orang, atau 25,87 persen dari total
penduduk. Selain generasi milenial Indonesia juga sedang berada pada kondisi
banyaknya generasi Z. Tingginya angka gen Z memberikan peluang bagi
produsen kopi untuk berlomba memasarkan produk kopi yang diproduksi. Dengan
karakteristik generasi yang dihadapkan oleh teknologi yang serba instan
menciptkan satu perilaku yang mencirikan bahwa generasi Z lebih cenderung
menyukai segala sesuatu secara cepat saji begitu pula pada kopi.
Perilaku dan preferensi konsumen mengungkapkan kecenderungan
kecanduan internet dan kemampuan yang mudah terombang-ambing ke hati orang
lain, menjelaskan mengapa mayoritas Generasi Z (Gen Z) lebih memilih untuk
membeli secara online dan bingung ketika membuat keputusan produk. Generasi
Z merupakan kelompok pembelian yang penting karena kebanyakan dari mereka
fokus pada tindakan pragmatis dan jarang berpikir dua kali sebelum melakukan
pembelian. Dalam upaya untuk meningkatkan konsumsi kopi maka dilakukan
penelitian untuk mengetahui produk kopi instan dalam kemasan yang disukai oleh
generasi Z. Selain mengetahui preferensi dalam mengonsumsi, perlu juga
diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi tersebut sehingga
diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomis terhadap kopi. Oleh karena itu,
penting untuk dilakukan penelitian dengan tujuan 1. Mengetahui atribut produk
kopi instan dalam kemasan yang sesuai dengan preferensi mahasiswa Kota
Malang 2. Menganalisis faktor-yang berpengaruh terhadap keputusan mahasiswa
Kota Malang dalam mengonsumsi kopi instan dalam kemasan.
Penelitian dilakukan pada bulan Januari-Februari 2025 berlokasi di Kota
Malang Provinsi Jawa Timur. Penelitian dilakukan dengan melakukan wawancara
terhadap mahasiswa yang berada pada 5 perguruan tinggi teratas yang memiliki
jumlah mahasiswa paling banyak. Adapun jumlah mahasiswa yang digunakan
sebagai sampel adalah sejumlah 100 orang. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan
secara sengaja (purposive) karena pertimbangan bahwa Kota Malang memiliki
jumlah perguruan tinggi yang cukup banyak sehingga jumlah mahasiswa yang
menjadi subjek penelitian ini dapat ditemukan dengan mudah. Adapun metode
pengambilan sampel adalah dengan menggunakan teknik accidental sampling
yakni dengan mewawancarai mahasiswa yang ditemui pertama dan seterusnya
oleh peneliti. Untuk mengetahui preferensi mahasiswa terhadap produk kopi
instan dalam kemasan menggunakan analisis konjoin sedangkan analisis regresi
logistik digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan
mahasiswa terhadap konsumsi kopi instan dalam kemasan. Data yang digunakan
adalah data primer yang didapatkan dari hasil wawancara kepada mahasiswa
sebagai responden.
Berdasarkan hasil analisis konjoin diketahui Preferensi mahasiswa dalam
mengonsumsi kopi instan dalam kemasan adalah produk kopi dengan jenis kopi
yang digunakan adalah kopi Arabika dengan rasa cenderung pahit bertekstur
bubuk halus yang harganya mahal (>Rp3.000/kemasan) dan memiliki beragam
varian rasa. Nilai kepentingan atribut yang terbesar adalah atribut varian rasa
sehingga atribut tersebut adalah atribut yang paling penting apabila dibandingkan
dengan atribut lain yang ada pada penelitian. Sedangkan Faktor-faktor yang
berpengaruh signifikan dalam keputusan mahasiswa dalam mengonsumsi kopi
instan dalam kemasan adalah variabel gaya hidup (X3), dan kualitas produk (X4).
Sedangkan variabel yang tidak memiliki pengaruh pada keputusan mahasiswa
terhadap konsumsi kopi instan dalam kemasan adalah variabel produk (X1) dan
pendapatan (X2).
Saran yang dapat diberikan oleh penulis adalah 1. Kepada produsen kopi
instan dalam kemasan untuk dapat memperhatikan preferensi konsumsi
mahasiswa Kota Malang untuk kegiatan pemasaran produk kopi instan dalam
kemasan yang dilakukan sehingga produk kopi dapat dipasarkan tepat sasaran 2.
Selain memperhatikan preferensi, produsen juga harus memperhatikan gaya hidup
dan kualitas produk yang menjadi faktor penentu keputusan konsumsi mahasiswa
di Kota Malang 3. Peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian terhadap
variabel-variabel lain yang tidak terdapat dalam penelitian ini seperti variabel
promosi dan distribusi produk serta motivasi mengonsumsi untuk pengembangan
penelitian lebih luas.
