Show simple item record

dc.contributor.author-, WOFIR
dc.date.accessioned2026-01-23T03:25:12Z
dc.date.available2026-01-23T03:25:12Z
dc.date.issued2025-04-14
dc.identifier.urihttp://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12695
dc.description.abstractKota Batu adalah salah satu kota yang memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan asing dan wisatawan lokal. Selain berhawa dingin, kota Batu terkenal dengan berbagai macam sebutan, antara lain kota pesiar, kota peristirahatan, dan kota bunga. Hal tersebut tercetus dalam Tri Bina Cita kota Batu, yaitu Batu sebagai kota Pendidikan, Pariwisata, dan Industri. Kota Batu juga memberi pelayanan khusus bagi para pengunjungnya. Mereka dapat menikmati beragam makanan khas kota Batu. Misalnya keripik paprika. Keripik paprika merupakan salah satu contoh produk industri unggulan di kota Batu. Dalam mengelolah paprika hingga menjadi keripik paprika tentunya dibutuhkan modal usaha yang dapat memberikan nilai lebih dari nilai sebelumnya. Model usaha tersebut salah satunya adalah industri kecil. Industri kecil telah memegang peranan penting dalam mendukung program-program pembangunan ekonomi, khususnya di dalam membantu penyerapan tenaga kerja. Tenaga kerja yang menunjukan laju pertumbuhan yang cepat kenyataannya tidak dapat ditampung di dalam kegiatan sektor pertanian saja, walaupun telah dicoba dengan berbagai teknologi baru lebih banyak menyerap tenaga kerja dibandingkan sebelumnya. home industry adalah industri yang diusahakan untuk menambah pendapatan ekonomi seseorang atau pendapatan keluarga. Maka tujuan kebijakan memajukan home industry bukan semata-mata meningkatkan output atau nilai tambah sektor industri, tetapi lebih lagi membantu menciptakan tenaga kerja yang sekaligus berarti membantu meningkatkan pendapatan bagi penduduk daerah tersebut. Lokasi penelitian ini dilakukan di Agronusa (Ina Chips) wilayah Translok Blok B. Jl. Pipier No.2 Dusun Wonorejo Desa Tulungrejo Kec. Bumiaji Kota Batu. Alasan pemilihan lokasi dikarenakan belum ada home industry yang dapat mengolah makanan dengan bahan dasar berbagai macam sayuran dan buah. Agronusa (Ina Chips) merupakan salah satu home industry yang dapat memanfaatkan macam sayuran dan buah menjadi beberapa produk olahan yang saat ini sedang banyak diminati oleh masyarakat. Pemilihan sampel dilakukan secara purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu, di mana sampel dipilih karena dianggap paling representatif terhadap populasi yang diteliti (Arikunto, 2010). Adapun pertimbangan dalam pemilihan Agronusa sebagai sampel adalah karena usaha ini merupakan satu-satunya home industry yang memproduksi keripik paprika di Kota Batu serta memiliki sistem produksi dan pengelolaan yang memadai untuk dianalisis dari segi pendapatan dan nilai tambah. Usaha keripik paprika Agronusa memberikan pendapatan yang layak dan menguntungkan. Dalam satu kali proses produksi menggunakan 400 kg bahan baku paprika, diperoleh sekitar 200 kg keripik paprika. Dengan harga jual berkisar Rp170.000/kg, dan biaya produksi yang relatif terkendali, diperoleh pendapatan bersih yang positif.. Pendapatan usaha pengolahan keripik paprika selama satu bulan proses produksi pada Home industry Agronusa dengan penerimaan sebesar Rp.34.000.000 dan biaya total sebesar Rp. 27.779.839 sehingga diperoleh pendapatan sebesar Rp. 6.220.161. Pengolahan paprika menjadi keripik memberikan nilai tambah yang tinggi, yang dihitung berdasarkan metode Hayami. Nilai tambah diperoleh dari selisih antara nilai output dan jumlah bahan baku serta input lainnya. Rasio nilai tambah dari proses produksi di Home Industry Agronusa tergolong tinggi >40%, yang menunjukkan bahwa kegiatan agroindustri ini efektif dalam meningkatkan nilai ekonomi paprika sebagai bahan baku. Berdasarkan hasil dan kesimpulan penelitian, penulis memberikan saran Untuk mengatasi permasalahan fluktuasi harga dan keterbatasan pasokan bahan baku, disarankan agar Agronusa menjalin kemitraan dengan petani paprika secara langsung, serta mempertimbangkan untuk melakukan budidaya paprika sendiri sebagai bentuk integrasi vertikal.Agar proses produksi menjadi lebih efisien dan higienis, perlu dilakukan peningkatan pada peralatan dan teknologi, seperti penggunaan mesin pengolah yang lebih modern, sistem pengemasan otomatis, dan pengeringan yang hemat energi. Untuk meningkatkan nilai tambah dan pendapatan dari penjualan keripik paprika.Penguatan strategi pemasaran digital melalui media sosial dan e-commerce sangat disarankan. Selain itu, perluasan jangkauan distribusi ke kota-kota besar atau pasar ekspor dapat meningkatkan volume pendapatan penjualan dan keberlanjutan usahaen_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Malangen_US
dc.subjectKeripik Paprikaen_US
dc.subjectHome Industryen_US
dc.subjectAgronusaen_US
dc.subjectPendapatan Dan Nilaien_US
dc.titleAnalisis Pendapatan Dan Nilai Tambah Keripik Paprika Di Home Industry Agronusaen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record


PRISMA Knowledge Center
Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Islam Malang
Telp: 0341-581613, Fax.: 0341-552249
Jln. MT. Haryono 193, Kota Malang