Pengaruh Berbagai Konsentrasi Kolkisin Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Pada Tanaman Jagung Manis (Zea Mays) Varietas Paragon
Abstract
Jagung merupakan komoditas pangan kedua yang penting di Indonesia setelah padi. Jagung adalah salah satu tanaman pangan pokok yang dikonsumsi oleh sebagaian besar penduduk selain beras, ubi kayu, ubi jalar, tales dan sagu. Permintaan jagung manis di pasar Indonesia terus meningkat. Namun, produksi jagung manis yang ada di dalam negeri belum memenuhi permintaan pasar. Upaya peningkatan kualitas dan kuantitas produktivitas jagung adalah dengan melakukan perbaikan genetiknya. Perbaikan melalui metode mutasi telah digunakan dalam memperoleh macam-macam varietas tanaman. Induksi mutasi menggunakan kolkisin diharapkan dapat memperbaiki sifat tanaman, baik secara kualitatif maupun kuantitatif khususnya dalam meningkatkan produktivitas tanaman. Kolkisin mampu menginduksi tanaman menjadi tanaman poliploidi pada konsentrasi dan waktu yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi kolkisin yang baik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil pada tanaman jagung manis (Zea Mays).
Penelitian ini dilakukan di lahan pertanian Jl. Telaga Warna Blok H kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang Jawa Timur pada bulan Februari sampai dengan bulan Mei 2023. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) sederhana yang terdiri dari 6 dosis kolkisin dan masing-masing direndam selama 20 jam, yaitu D0 (0 ppm), D1 (150 ppm), D2 (300 ppm), D3 (450 ppm), D4 (600 ppm) dan D5 (750 ppm), masing masing perlakuan diulang 3 kali. Variabel pengamatan antara lain : Tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas daun, klorofil, umur bunga Jantan, umur bunga betina, bobot tongkol+klobot, bobot tongkol, dan bobot kering.
Dari hasil penelitian ditunjukkan bahwa dalam tabel variabel pertumbuhan tanaman menunjukkan bahwa secara umum berbagai konsentrasi kolkisin memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun 〖cm〗^2, diameter batang (mm), umur bunga jantan (hst), umur bunga betina (hst) dan klorofil. Dimana perlakuan D4 dengan konsentrasi kolkisin 600 ppm merupakan perlakuan yang baik. Hal ini diduga penggunaan konsentrasi kolkisin untuk menginduksi tanaman poliploidi bergantung pada tiap varietas yang berbeda (Fajrina dkk. 2012).
Hasil pengamatan yang disajikan dalam tabel variabel hasil tanaman menunjukkan bahwa secara umum berbagai konsentrasi kolkisin memberikan pengaruh yang nyata terhadap bobot basah klobot (g), bobot basah tanpa klobot (g), bobot kering (g), dan klorofil. Dimana perlakuan terbaik adalah perlakuan D5 dengan konsentrasi kolkisin 750 ppm. Hal ini diduga konsentrasi 750 ppm mampu mempengaruhi semua sel pada jaringan buah tanaman jagung manis sehingga mengalami poliploidi. Pada sel yang poliploid, ukuran sel dan inti sel akan bertambah sehingga menghasilkan karakter fenotip yang lebih besar, kekar dan kuat serta bobot yang lebih berat.
