Analisis Efisiensi Penggunaan Faktor-Faktor Produksi Usahatani Wortel Di Desa Sumbergondo Kecamatan Bumiaji Kota Batu
Abstract
Wortel merupakan salah satu komoditas holtikultura yang berpotensi untuk dikembangkan, karena wortel memilki banyak kandungan mineral, antioksida, senyawa karoten (pro-vitamin A) dan bermanfaat bagi tubuh manusia salah satunya dapat mencegah berbagi penyakit seperti rabun senja nyeri dan berbagai jenis penyakit kanker. Namun, saat ini produksi wortel mengalami penurunan di Kota Batu. Permasalahan yang terjadi disebabkan oleh variasi dalam pemanfaatan dan pengelolaan faktor produksi, meliputi lahan, benih, pupuk kimia, pupuk kandang, pestisida dan tenaga kerja. hal ini menyebabkan penurunan terhadap produktivitas wortel, maka petani perlu melakukan efisiensi penggunaan faktor produksi sebagai penentu keberhasilan usahatani wortel, dimana semakin efisien penggunaan faktor-faktor produksi tersebut, maka semakin tinggi hasil yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menganalisis pendapatan usahatani wortel 2) Menganalisis faktor-faktor produksi usahatani wortel 3) Menganalisis efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi usahatani wortel secara alokatif.
Lokasi penelitian ditentukan secara purposive yaitu di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, dan pengambilan sampel dilakukan secara random sampling sebanyak 50 petani wortel. Data penelitian dikumpulkan dengan wawancara langsung kepada petani yang dipilih secara acak. Data pendukung diperoleh dari BPS Kota Batu dan dinas terkait lainnya. Data penelitian antara lain data karakteristik petani meliputi data umur petani, data pendidikan petani, data pengalaman usahatani, dan lain-lain. Disamping itu data penelitian juga menggunakan data usahatani antara lain data luas lahan, data penggunaan pupuk kandang, pupuk NPK, pupuk ZA, data penggunaan pestisida, data penggunaan tenaga kerja, dan lain-lain. Analisis data menggunakan analisi pendapatan usahatani, analisis fungsi produksi Cobb Douglas dan analisis efisiensi alokatif penggunaan faktor-faktor produksi usahatani.
Hasil analisis data tentang pendapatan usahatani dapat diketahui bahwa total biaya yang dikeluarkan oleh petani wortel dalam kegiatan usahatani wortel adalah sebesar Rp. 14.356.204 /ha/ musim tanam. Selisih antara total biaya dan total penerimaan usahatani adalah pendapatan bersih yang diterima oleh petani responden. Pendapatan bersih yang diterima oleh petani responden adalah sebesar Rp. 16.304.174/ ha/ musim tanam. Selisih antara total biaya dan total penerimaan usahatani ini menjadikan keuntungan bagi petani dalam kegiatan usahataninnya. Nilai keuntungan yang lebih besar dari nol menunjukkan bahwa usahatani wortel menguntungkan. Hasil perhitungan R/C ratio usahatani wortel menunjukkan angka 2,14 dapat diartikan bahwa usahatani wortel di Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu mengguntungkan karena niali R/C ratio lebih dari satu (2,14 > 1) sehingga disimpulkan usahatani wortel menguntungkan dan efisien. Hasil analisis fungsi produksi Cobb Douglas menunjukkan bahwa dari 7 variabel yang diduga mempengaruhi produksi usahatani wortel diperoleh 1 variabel independen signifikan, yaitu jumlah pupuk kandang karena memiiki hubungan positif dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,358 menunjukkan bahwa setiap peningkatan pupuk kandang sebanyak 1% maka akan meningkatkan 0,358 % produksi. Sedangkan hasil analisis efisiensi alokatif variabel pupuk kandang belum efisien penggunaannya, dilihat dari nilai NPMXi/Pxi sebesar 0,1492 dimana nilai tersebut kurang dari 1. Agar penggunaan pupuk kandang mencapai tingkat efisien maka diperlukan penambahan input pupuk kandang sebesar 3,284 kg/ha/musim tanam.
Saran dari penelitian ini adalah kepada para petani hendaknya meningkatkan intensitas penanaman dalam setahun guna meningkatkan pendapatan dan menambahkan dosis pupuk kandang sebesar 3,284 kg/ha/musim tanam serta cara penggunaan pupuk kandang untuk mencapai tingkat efisien. Petani dapat mengikuti penyuluhan atau konsultasi dengan penyuluh pertanian. Kepada pemerintah perlu adanya peningkatan kerjasama antara petani dengan PPL serta instansi dinas terkait untuk lebih intensif melakukan pembinaan teknis terhadap petanai wortel khususnya penyuluhan pertanian mengenai anjuran penggunaan faktor produksi yang lebih optimal.
