Analisis Risiko Produksi Pada Usahatani Padi Di Desa Patihan Kecamatan Widang Kabupaten Tuban
Abstract
Tanaman padi merupakan sumber pangan pokok bagi sebagian besar penduduk dunia, termasuk Indonesia dan menjadi sektor penting dalam pembangunan Indonesia seiring dengan ditetapkannya sasaran utama penguatan pasokan pangan dan diversifikasi konsumsi pangan. Pentingnya peranan komoditas padi dalam perekonomian menjadi isu utama dalam mewujudkan swasembada beras. Berbagai permasalahan yang di hadapi petani menjadi kendala bagi mereka untuk meningkatkan produksi dan mewujudkan ketahanan pangan rumah tangganya. Oleh karena itu, identifikasi risiko sangat penting dalam suatu kegiatan usahatani. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Menganalisis tingkat risiko produksi padi di Desa Patihan Kecamatan Widang Kabupaten Tuban, 2. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi risiko produksi padi di Desa Patihan Kecamatan Widang Kabupaten Tuban.
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Patihan Kecamatan Widang Kabupaten Tuban. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah total sampel sebanyak 60 petani. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif, dan untuk menganalisis tujuan pertama menggunakan metode analisis Coefisien Variasi (CV) yaitu untuk mengetahui tingkat risiko produksi. Untuk menjawab tujuan kedua menggunakan analisis Regresi Linier Berganda yaitu mengenai apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi risiko produksi padi di Desa Patihan Kecamatan Widang Kabupaten Tuban.
Berdasarkan hasil analisis CV diketahui nilai koefisien variasi (CV) pada penelitian ini sebesar 0,11%. Hal ini menunjukkan bahwa risiko produksi di daerah penelitian dikategorikan tergolong rendah dikarenakan CV < 0,25 atau 25%. Dari nilai CV tersebut mencerminkan bahwa kondisi usahatani padi relatif aman dan berkelanjutan dari sisi risiko produksi padi di Desa Patihan Kecamatan Widang Kabupaten Tuban. Berdasarkan hasil uji Regresi linier berganda diketahui bahwa variabel yang berpengaruh nyata terhadap risiko produksi padi di Desa Patihan Kecamatan Widang Kabupaten Tuban adalah Pupuk SP-36 (X4) dan tenaga kerja (X6), dan yang tidak berpengaruh nyata yaitu variabel luas lahan (X1), benih (X2), pupuk urea (X3) dan Pupuk Phonska (X5 ).
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat saran yang dapat diberikan peneliti antara lain sebagai berikut melakukan upaya dalam menangani risiko produksi padi dapat dilakukan dengan cara penerapan diversifikasi usahatani dan pola tanam yang optimal. Selain itu dalam penggunaan pupuk perlu adanya riset lebih lanjut mengenai kualitas, jumlah, dan cara penerapan yang tepat agar hasil panen maksimal. Dan juga penggunaan tenaga kerja yang tepat jumlah dan waktu dapat mengoptimalkan efisiensi dan efektivitas usahatani padi.
