Kuantifikasi Bakteri Pelarut Phosphate Dan Bakteri Pemantap Agregat Tanah Pada Media Sisa Rotasi Tanam Dengan Aplikasi Biofertiliser-Vp3 Terhadap Pertumbuhan Bibit Tomat
Abstract
subur untuk pertanian akibat alih fungsi lahan yang terus meningkat. Salah satu solusi potensial adalah pemanfaatan lahan marginal berpasir, yang memiliki keterbatasan berupa rendahnya kandungan hara, bahan organik, serta kemampuan menahan air. Untuk mengatasi kendala tersebut adalah melalui penambahan bahan organik dan pupuk hayati.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek rotasi tanaman terhadap jumlah bakteri pelarut fosfat dan pemantap agregat tanah pada media tanam bekas tambang pasir sisa rotasi tanam dengan aplikasi biofertiliser VP3, serta mengetahui pengaruhnya terhadap pertumbuhan bibit tanaman tomat.
Penelitian dilaksanakan selama 4 (empat) bulan. Dimulai pada bulan Januari hingga Mei 2025. Penelitian dilakukan di Laboratorium kimia tanah Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang sedangkan Analisa angka lempeng total bakteri pelarut phosphate, bakteri pemantap agregat dan pembibitan tanaman tomat dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Halal Center Fakultas Pertanian Universitas Islam Malang . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pada analisa angka lempeng total bakteri pelarut phosphate dan bakteri pemantap agregat tanah terdapat 6 perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali. Uji pada pertumbuhan bibit tanaman menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 6 perlakuan dan masing-masing diulang sebanyak 4 kali. Parameter yang diamati meliputi sifat kimia tanah (pH, C-organik, N total, dan P tersedia), angka lempeng total (ALT) bakteri pelarut phosphate dan bakteri pemantap agregat tanah, serta pertumbuhan terhadap bibit tomat (tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar, dan panjang akar).
Hasil menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi bahan organik dan biofertilizer, terutama pada perlakuan V2 dan V4, secara signifikan meningkatkan populasi bakteri pelarut phosphate dan bakteri pemantap agregat tanah dibandingkan kontrol. Perlakuan V2 (tanah berpasir + kompos + pupuk kandang + pelet VP3 3x aplikasi) menunjukan jumlah bakteri tertinggi. Kandungan C-organik dan N-total meningkat hingga kategori sedang, dan kadar P berada pada kategori sangat tinggi. Dari aspek pertumbuhan tanaman, perlakuan V4 memberikan hasil terbaik terhadap tinggi bibit tomat sejak umur 4 hingga 8 HST, meskipun parameter jumlah daun, berat segar, dan panjang akar tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antar perlakuan.
