Respon Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Ketul (Bidens Pilosa) Terhadap Pemberian Berbagai Jenis Dan Dosis Pupuk Organik
Abstract
Tanaman ketul (Bidens pilosa) adalah tanaman liar yang banyak ditemukan di daerah tropis seperti Indonesia. Meski sering dianggap gulma, ketul memiliki potensi untuk dibudidayakan karena mampu tumbuh di berbagai kondisi lahan. Namun, budidayanya masih jarang dilakukan secara intensif. Salah satu faktor penting dalam budidaya adalah pemupukan, terutama pupuk organik seperti kotoran kambing, ayam, dan vermikompos yang memiliki kandungan hara berbeda. Selain jenis, dosis pupuk juga menentukan keberhasilan pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kombinasi jenis dan dosis pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman ketul.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara jenis dan dosis pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman ketul (Bidens pilosa), serta untuk mengetahui jenis dan dosis pupuk organik yang paling baik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tersebut.
Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Lapang Universitas Islam Malang yang berlokasi di Dusun Sememek Desa Kebonagung Kec Pakisaji, Kab Malang. Analisis kualitas tanaman dilakukan di Laboratorium Terpadu Universitas Islam Malang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan Kontrol. Faktor pertama jenis pupuk organik (P1: pupuk kotoran kambing, P2: pupuk kotoran ayam dan P3: vermikompos), faktor kedua dosis yang berbeda (D1: 5 ton.ha-1, D2: 10 ton.ha-1, D3: 15 ton.ha-1). Terdapat 9 perlakuan dan ditambah dengan 1 perlakuan kontrol sehingga terdapat 10 perlakuan, masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 ulangan, serta pada tiap unit perlakuan 3 tanaman sampel, sehingga terdapat 90 polibag tanaman. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F) dengan taraf nyata 5%, apabila menunjukkan pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji lanjut BNJ dengan taraf 5%, serta uji Dunnet taraf 5% untuk membandingkan perlakuan terhadap kontrol.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara jenis dan dosis pupuk organik berpengaruh nyata terhadap beberapa parameter pertumbuhan dan hasil tanaman ketul, meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, bobot segar, dan bobot kering hasil panen. Perlakuan terbaik diperoleh pada penggunaan pupuk kotoran ayam dosis 5 ton.ha⁻¹ (P2D1) yang menghasilkan pertumbuhan dan hasil tertinggi serta berbeda nyata dibandingkan perlakuan lain. Secara umum, pupuk kotoran ayam memberikan respons pertumbuhan lebih baik dibandingkan pupuk kotoran kambing maupun vermikompos, sedangkan dosis 5 ton.ha⁻¹ menjadi dosis paling baik dalam mendukung pertumbuhan dan hasil tanaman ketul.
