| dc.description.abstract | Berkurangnya lahan pertanian akibat konversi lahan untuk pemukiman dan perkotaan yang semakin diperburuk dengan pesatnya urbanisasi yang diprediksi akan terus meningkat hingga mencapai 70% pada tahun 2045. Urban farming, menjadi solusi memanfaatkan lahan terbatas di perkotaan. Salah satunya adalah microgreen, jenis Peashoot yang memiliki nutrisi tinggi. Media tanam dan waktu panen mejadi faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan, hasil, dan kualitas microgreen. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh berbagai macam media tanam dan umur panen terhadap pertumbuhan, hasil, dan kualitas microgreen Peashoot (Pisum sativum L) yang dapat diolah menjadi tepung bernutrisi.
Penelitian dilakukan pada tanggal 26 Oktober 2024 sampai 20 Januari 2025. Bertempatan di Rumah Microgreen perumahan Alamsari, Jl. Joyo Agung, Malang dengan ketinggian tempat ± 625 mdpl. Kondisi yang ternaungi dengan intensitas cahaya di pagi dan sore hari 10-100 lux dan siang hari 100-400 lux. Rata-rata kelembaban udara di pagi dan sore hari 80-90% dan di siang hari 60-70%. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor, yaitu jenis media tanam dan umur panen. Terdiri dari 12 perlakuan dan 3 ulangan. Yaitu media cocopeat 100% dengan umur panen 6 hst (P1T1), media cocopeat 50% : arang sekam 50% dengan umur panen 6 hst (P2T1), dan media kain non woven dengan umur panen 6 hst (P3T1). Media cocopeat 100% dengan umur panen 7 hst (P1T2), media cocopeat 50% : arang sekam 50% dengan umur panen 7 hst (P2T2), dan media kain non woven dengan umur panen 7 hst (P3T2). Selanjutnya media cocopeat 100% dengan umur panen 8 hst (P1T3), media cocopeat 50% : arang sekam 50% dengan umur panen 8 hst (P2T3), dan media kain non woven dengan umur panen 8 hst (P3T3). media cocopeat 100% dengan umur panen 9 hst (P1T4), media cocopeat 50% : arang sekam 50% dengan umur panen 9 hst (P2T4), dan media kain non woven dengan umur panen 9 hst (P3T4).
Variabel yang diamati meliputi : Pertumbuhan (Tinggi tanaman microgreen, diameter batang dan laju pertumbuhan relatif), hasil (Bobot segar total , bobot segar akar, bobot segar tajuk , bobot kering total , bobot kering akar , bobot kering tajuk) dan kualitas (Total padatan terlarut (TPT), klorofil, total asam askorbat (Vitamin C), kadar air, dan uji TPC) serta uji tambambahan analisis bahan kering (TPT, vitamin C, resio rehidrasi, browning indeks, kadar air dan klorofil).
Hasil penelitian menunjukan kombinasi media tanam cocopeat 100% dan umur panen 7 HST memberikan hasil terbaik melalui analisis de garmo (peringkingan) dan disarankan untuk menggunakan kombinasi tersebut untuk memperoleh pertumbuhan, kualitas microgreens yang optimal.
| en_US |