Pengaruh Umur Panen Dan Jenis Media Tanam Terhadap Pertumbuhan, Hasil, Dan Kualitas Microgreen Kangkung Sebagai Bahan Baku Tepung Sayuran Bernutrisi
Abstract
Perkembangan urban farming dalam beberapa tahun terakhir telah mengubah pemahaman mengenai budidaya tanaman. Trend pertanian berkelanjutan semakin berkembang, sehingga dapat meningkatkan ketahanan pangan dan mengurangi dampak lingkungan. Microgreen kangkung bisa menjadi menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan ketahanan pangan dan telah mendapat perhatian luas dalam beberapa tahun terakhir sebagai sumber pangan yang memiliki kandungan nutrisi yang tinggi dan waktu panen yang singkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh umur panen dan jenis media tanam terhadap pertumbuhan, hasil, dan kualitas microgreen kangkung sebagai bahan baku tepung bernutrisi.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana dan RAK Faktorial. Terdapat 12 perlakuan dan 3 ulangan yaitu A1T1 (Kain nonwoven dan umur panen hari ke-6), A2T1 (Kain nonwoven dan umur panen hari ke-7), A3T1 (Kain nonwoven pada umur panen hari ke-8), A4T1 (Kain nonwoven pada umur panen hari ke-9), A1T2 (100% cocopeat fermentasi pada umur panen hari ke-6), A2T2 (100% cocopeat fermentasi pada umur panen hari ke-7), A3T2 (100% cocopeat fermentasi pada umur panen hari ke-8), A4T2 (100% cocopeat fermentasi pada umur panen hari ke-9), A1T3 (50% cocopeat fermentasi:50% arang sekam pada umur panen hari ke-6), A2T3 (50% cocopeat fermentasi:50% arang sekam pada umur panen hari ke-7), A3T3 (50% cocopeat fermentasi:50% arang sekam pada umur panen hari ke-8), A4T3 (50% cocopeat fermentasi:50% arang sekam pada umur panen hari ke-9). Adapun parameter yang diamati meliputi : pertumbuhan (tinggi tanaman, diameter tanaman, dan laju pertumbuhan relatif), hasil (bobot segar total, tajuk, dan akar per box) dan bobot kering (total, tajuk, dan akar per box), serta kualitas (total padatan terlarut (TPT), klorofil, total asam askorbat (Vitamin C), kadar air, uji TPC, rasio rehidrasi dan browning indeks (BI).
Hasil penelitian pada variabel pertumbuhan menunjukkan bahwa perlakuan media tanam berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 4 hst. Variabel hasil menunjukkan bahwa perlakuan media tanam berpengaruh nyata terhadap bobot segar tanaman (total, tajuk, dan akar per box) dan bobot kering tanaman (total dan akar per box). Sedangkan, perlakuan umur panen berpengaruh nyata terhadap bobot kering tanaman (total, tajuk, dan akar per box). Pada variabel kualitas menunjukkan bahwa perlakuan umur panen berpengaruh nyata terhadap total padatan terlarut dan kadar air, sedangkan perlakuan media tanam berpengaruh nyata terhadap kadar air. Hasil uji De Garmo menunjukkan bahwa perlakuan terbaik terdapat pada media 50% cocopeat fermentasi:50% arang sekam pada umur panen hari ke-7.
