Pengaruh Aplikasi Giberelin (Ga3) Dan Paclobutrazol Terhadap Pembungaan, Hasil Dan Kualitas Tanaman Cabai Jawa (Piper Retrofactrum Vahl)
Abstract
Cabai jawa merupakan tanaman tahunan yang memiliki banyak manfaat dalam kesehatan, sentra produksi utama cabai jawa di Indonesia berada di daerah Madura Jawa Timur. Tanaman cabai jawa adalah tanmaan yang masa pembungaannya cukup lama yaitu pada umur 2-3 bulan setelah tanam dan juga masa panen yang relatif panjang karena panen pertama buah cabai jawa dilakukan pada saat tanaman berumur 8-11 bulan serta produktivitas tanaman cabai jawa masih cukup rendah yaitu 1,86 ton/ha/tahun sedangkan menurut data BPS, produktivitas tanaman cabai jawa mencapai 4,47 ton/ha/tahun dan produksi nasionalnya sebesar 9391,50 ton. Hal ini dapat disebabkan oleh media tanam yang digunakan dan juga efek dari pemberian zpt giberelin dan paclobutrazol yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman sehingga produktivitas tanaman rendah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian giberelin dan paclobutrazol dalam meningkatkan pembungaan, hasil serta kualitas buah tanaman cabai jawa.
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium tanam lantai 3 Universitas Islam Malang pada bulan Januari-Mei 2025. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana dengan 3 ulangan dan jumlah populasi tanaman sebanyak 27. Macam perlakuan yang digunakan yaitu P0 : Kontrol (tanpa aplikasi zpt), P1 : Giberellin 50 ppm dan P2 : Paclobutrazol 250 ppm. Variabel yang diamati meliputi : pertumbuhan (tinggi, jumlah daun, luas daun dan jumlah buah), hasil (bobot segar 10 buah, bobot segar total, bobot kering 10 buah, bobot kering total, densitas, panjang dan diameter buah), kualitas (kadar gula terlarut, vitamin c, rasio rehidrasi bahan kering dan browning indeks setelah pengeringan). Analisis data menggunakan sidik ragam (ANOVA) atau uji F 5%. Dan apabila terdapat perbedaan nyata maka dilanjutkan dengan uji BNT 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian zpt giberelin dan paclobutrazol berpengaruh nyata terhadap bobot segar 10 buah (9,61 g), panjang buah (2,10 cm) dan rasio rehidrasi setelah pengeringan (3,50 µg/ml). Hasil penelitian menunjukkan bahwa paclobutrazol 250 ppm memberikan hasil lebih baik daripada perlakuan giberelin (GA3) dan kontrol, dengan hasil pada bobot segar 10 buah (9,61 g), bobot segar total (25,78 g), vitamin c (219,02 mg), densitas buah (0,70 g/ml) dan nilai rasio rehidrasi (3,50 µg/ml). Aplikasi giberelin 50 ppm tidak menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan, hal ini disebabkan karena giberelin 50 ppm bukan merupakan dosis yang optimal.
