Efek Residu Media Sisa Tanam Periode Pertama Terhadap Serapan Fosfor Tanaman Sawi Pakcoy (Brassica Rapa L.) Periode Tanam Kedua
Abstract
Tanaman sayuran merupakan salah satu produk hortikultura yang menjadi unggulan dalam sektor pertanian. Salah satu jenis sayur-sayuran yang banyak dibudidayakan petani adalah tanaman sawi pakcoy. Untuk mendapatkan hasil tanaman sawi yang baik maka dalam proses budidaya perlu ditambahkan pupuk, baik pupuk organik maupun anorganik. Dari aspek kesehatan lingkungan, penggunaan pupuk organik lebih disarankan karena bebas dari produk bahan kimia sintetis. Pupuk organik bersifat slow release ini berarti kandungan hara pada tanah yang diaplikasikan pupuk organik masih ada dan residu dapat digunakan untuk penanaman berikutnya tanpa penambahan pupuk lagi. Berdasarkan informasi di atas maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui efek residu pemberian macam kompos dan berbagai dosis periode tanam pertama terhadap pertumbuhan, hasil, serapan dan efisiensi tanaman sawi pakcoy pada periode tanam kedua.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga Oktober 2024 di Rumah Kaca Laboratorium Lapang Universitas Islam Malang, Dusun Sememek, Desa Kebonagung, Kecamatan pakisaji, Kabupaten Malang dengan ketinggian 452,6 mdpl. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial terdiri dari 2 faktor. Faktor 1 adalah media sisa periode tanam pertama tanpa penambahan kompos baru terdiri dari 2 level yaitu: R1(-)= Residu kompos jerami padi, R2(-)= Residu kompos jerami padi & brangkasan kedelai. Faktor 2 adalah perlakuan dosis kompos media sisa periode tanam 1, yaitu: D0= 0 ton ha-1, D1= 5 ton ha-1, D2= 10 ton ha-1, D3= 15 ton ha-1, D4= 20 ton ha-1. Kedua faktor didapat 10 kombinasi perlakuan. Masing-masing perlakuan tersebut diulang sebanyak 3 kali dengan 3 tanaman sampel. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis ragam (uji F) dengan taraf 5% dan dilanjutkan dengan uji lanjut beda nyata jujur (BNJ) dengan taraf 5%. Analisis korelasi dilakukan untuk mengetahui hubungan antar variabel.
Hasil penelitian menunjukkan residu kompos jerami padi 20 ton ha-1 menghasilkan luas daun 883,17 cm2, bobot segar akar 10,17 g, dan bobot kering total 4,80 g. Residu kompos campuran (jerami padi + kedelai) 15 ton ha-1 menghasilkan jumlah daun 7,11 g, bobot segar total 164,33 g, dan bobot segar ekonomi 158 g, serapan P yaitu 376,38 mg kg-1.
