Analisis Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Cuka Apel Merek Magnolia (Studi Kasus: Sarmon Sari Lemon, Toko Online Shopee, Kota Batu)
Abstract
Penelitian ini diawali dengan uraian mengenai pentingnya pengembangan komoditas lokal Kota Batu, yaitu apel, yang diolah menjadi produk bernilai tambah seperti cuka apel. Cuka apel dipilih karena memiliki manfaat kesehatan yang tinggi dan diminati konsumen, baik sebagai bahan makanan maupun suplemen. Penelitian ini menyoroti pentingnya bauran pemasaran dalam memengaruhi keputusan konsumen, khususnya pada produk cuka apel merek Magnolia yang dijual melalui toko online Shopee. Rumusan masalah difokuskan pada pengaruh variabel produk, harga, distribusi, dan promosi terhadap keputusan pembelian, dengan tujuan utama untuk menganalisis sejauh mana masing-masing variabel tersebut memengaruhi keputusan konsumen dalam membeli produk tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat praktis bagi pelaku usaha serta kontribusi akademik dalam pengembangan ilmu pemasaran.
Dalam kajian teori, penelitian ini membahas berbagai konsep utama seperti bauran pemasaran (4P), keputusan pembelian, dan faktor-faktor yang memengaruhinya, seperti persepsi harga, kualitas produk, saluran distribusi, dan kegiatan promosi. Teori-teori ini diperkuat dengan hasil penelitian terdahulu yang menunjukkan bahwa strategi bauran pemasaran sangat relevan dalam memengaruhi keputusan konsumen. Selain itu, kerangka berpikir dirumuskan untuk menggambarkan hubungan antar variabel dalam bentuk model struktural. Hipotesis disusun berdasarkan teori dan hasil penelitian sebelumnya, yang menyatakan bahwa keempat variabel bauran pemasaran diduga berpengaruh terhadap keputusan pembelian cuka apel.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis explanatory research dan studi kasus pada toko online Sarmon Sari Lemon. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan teknik purposive sampling terhadap konsumen cuka apel merek Magnolia di Kota Batu. Analisis data dilakukan dengan metode Structural Equation Modeling (SEM) menggunakan pendekat Partial Least Squares (PLS), yang meliputi pengujian validitas, reliabilitas, serta hubungan antar variabel dalam model struktural. Definisi operasional dan indikator untuk masing-masing variabel juga dijelaskan secara rinci, mencakup aspek-aspek seperti merek, kualitas, harga terjangkau, ketersediaan barang, serta efektivitas promosi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari keempat variabel yang diuji, produk, harga, dan distribusi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, sementara promosi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Variabel harga terbukti sebagai faktor yang paling dominan, yang menunjukkan bahwa konsumen lebih mempertimbangkan nilai ekonomis dari produk dibandingkan aspek lain. Karakteristik responden menunjukkan bahwa sebagian besar merupakan konsumen wanita usia produktif yang memiliki tingkat pendidikan menengah ke atas, yang berbelanja secara online karena faktor kemudahan dan efisiensi waktu. Evaluasi model melalui nilai R-square juga menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan prediksi yang sangat tinggi terhadap keputusan pembelian konsumen.
Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa strategi pemasaran yang efektif dalam konteks ini perlu lebih menitikberatkan pada aspek harga yang kompetitif dan sesuai dengan manfaat produk. Pelaku usaha disarankan untuk menerapkan strategi harga seperti diskon, bundling, atau potongan harga berkala untuk menarik minat beli konsumen. Meskipun promosi tidak berpengaruh signifikan, kegiatan promosi tetap penting dalam memperluas jangkauan pasar dan membangun kesadaran merek. Dengan demikian, hasil penelitian ini memberikan masukan berharga dalam menyusun strategi pemasaran yang tepat untuk produk cuka apel, khususnya dalam konteks penjualan daring.
Adapun saran bagi pihak produsen cuka apel merek Magnolia, yakni lebih fokus menyusun strategi pemasaran dengan menekankan penetapan harga yang kompetitif, wajar, dan sesuai dengan nilai manfaat produk. Pemberian program diskon berkala dapat menjadi strategi efektif dalam menarik minat dan meningkatkan keputusan pembelian konsumen. Meskipun variabel promosi tidak menjadi faktor dominan, pelaku usaha perlu mengoptimalkan kegiatan promosi dengan memanfaatkan media sosial secara konsisten. untuk memperluas jangkauan pasar, membangun kesadaran merek, dan menciptakan hubungan jangka panjang dengan konsumen di tengah persaingan yang semakin kompetitif.
