Analisis Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Penawaran Dan Permintaan Cengkeh Di Indonesia
Abstract
Cengkeh merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Yang biasanya digunakan untuk rokok kretek, cengkeh juga digunakan dalam berbagai industri lain seperti: Minyak atsiri cengkeh (untuk parfum, obat-obatan, dan kosmetik). Penggunaan utama cengkeh adalah sebagai bahan baku industri rokok kretek, yang memiliki nilai ekonomi dan sosial tinggi di Indonesia.
Fluktuasi harga cengkeh di pasar domestik dan internasional seringkali mempengaruhi pendapatan petani. Selain itu, kebijakan pemerintah terkait tata niaga cengkeh, seperti pembentukan Badan Penyangga Pemasaran Cengkeh (BPPC) pada tahun 1990, telah menimbulkan kontroversi dan berdampak pada stabilitas harga cengkeh. Selain faktor kebijakan, aspek produksi juga menjadi perhatian. maka permasalahan yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran cengkeh di Indonesia.
Penelitian ini merupakan studi kasus yang dilaksanakan di wilayah Indonesia. Pengambilan data pada penelitian ini diperoleh dari beberapa lembaga yang terkait dengan penelitian. Lembaga-lembaga tersebut meliputi Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Pertanian, Direkorat Jenderal Perkebunan, UNCTAD, dan UN Comtrade. Waktu untuk pengumpulan data ini berlangsung mulai bulan februari 2025. Metode pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu dengan memilih data berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan penelitian. metode pengambilan sampel dilakukan secara kuantitatif melalui pendekatan Two Stage Least Square (2SLS). Data yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kuantitatif dan berupa data time series (deret waktu). Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data sekunder. Data sekunder adalah data yang dikumpulkan dari sumber-sumber resmi yang telah tersedia dan relevan dengan penelitian. Adapun hasil analisis yang telah dilakukan maka dapat diketahui bahwa hasil analisis Model permintaan cengkeh di Indonesia dalam penelitian tidak fisible karena hasil uji tidak menunjukkan significant 0.05. Beberapa alasan, karena pengaruh faktor non-ekonomi, faktor permintaan cengkeh inelastis, dan faktor permintaan tidak cukup variatip. Permintaan cengkeh tidak signifikan dipengaruhi oleh margin harga maupun PDRB. Sedangkan faktor yang mempengaruhi penawaran adalah variabel upah tenaga kerja (buruh tani). Penawaran cengkeh dipengaruhi secara signifikan oleh biaya tenaga kerja (Upah BT). Sementara Variabel harga cengkeh tidak berpengaruh terhadap penawaran cengkeh di Indonesia. 1. Variabel harga, pendapatan masyarakat tidak berpengaruh nyata pada permintaan cengkeh di Indonesia. 2. Faktor yang mempengaruhi penawaran harga cengkeh dan upah tenaga kerja. Berdasarkan penjabaran penelitian, Adapun saran dari penulis meliputi: Jika dalam analisis pasar diketahui bahwa permintaan cengkeh tidak berpengaruh terhadap keseimbangan pasar, namun penawaran cengkeh berpengaruh, maka ada beberapa saran atau langkah strategis yang bisa dipertimbangkan, baik dari sisi pelaku usaha maupun kebijakan yaitu: Peningkatan Validitas dan Efektivitas Model Penawaran untuk melanjutkan penggunaan variabel-variabel seperti Upah Buruh Tani dalam kebijakan peningkatan produksi. Pemerintah atau pemangku kebijakan dapat mempertimbangkan insentif atau dukungan terhadap buruh tani sebagai salah satu cara untuk mendorong peningkatan penawaran cengkeh. Perbaikan Model Permintaan Model permintaan menunjukkan R² yang rendah (39,2%) dan adjusted R² yang bahkan lebih rendah (24,1%), disarankan untuk mengeksplorasi variabel lain yang lebih relevan atau spesifik untuk menjelaskan permintaan cengkeh,
