Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Bawang Merah Pada Rumah Tangga Di Desa Coban Blimbing Kecamatan Wonorejo Kabupaten Pasuruan
Abstract
Desa Coban Blimbing merupakan desa yang memiliki masyarakat yang mayoritasnya adalah karyawan industri dan petani sehingga memiliki pendapatan yang berbeda-beda. Desa Coban Blimbing memiliki akses yang dekat dengan pasar tradisional yang dapat mempengaruhi ketersediaan dan harga bawang merah. Daya beli masyarakat terhadap suatu barang juga cenderung bervariasi, hal ini dapat mempengaruhi keputusan pembelian bawang merah pada rumah tangga. Sebagai salah satu bahan masakan yang selalu ada di dapur rumah tangga, melihat kebutuhannya yang tinggi namun tidak diimbangi dengan ketersediaan pasokan, membuat harganya sering sekali mahal dan menyebabkan inflasi. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi keputusan pembelian bawang merah pada rumah tangga di Desa Coban Blimbing Kecamatan Wonorejo Kabupaten Pasuruan.
Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Desa Coban Blimbing Kecamatan Wonorejo Kabupaten Pasuruan, pada bulan Januari 2025-Februari 2025. Data yang digunakan adalah primer dan sekunder. Populasi yaitu ibu rumah tangga di Desa Coban Blimbing sebanyak 1.052 ibu rumah tangga. Penelitian ini menggunakan sampel 100 ibu rumah tangga. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode sampel acak sederhana (Simple Random Sampling). Metode analisis data menggunakan pendekatan Regresi Linier Logistik.
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan maka dapat dirumuskan model persamaan analisis sebagai berikut :
Yi = 82,930 - 12,158X1 - 0,747X2 - 4,392X3 -1,711X4 + 1,048X5 + 0,658X6 + 0,421X7
Hasil analisis diketahui nilai Nagelkerke R- Square menunjukan koefisien determinasi yakni pada angka 0,524. Berdasarkan nilai tersebut berarti bahwa faktor-faktor variabel bebas yang digunakan dalam penelitian berpengaruh terhadap variabel terikat (keputusan konsumen) senilai 52,4% sedangkan 47,6% lainnya dipengaruhi oleh faktor-faktor variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian. Hasil analisis uji Hosmer dan Lemeshow’s Goodness of Fit Test menguji hipotesis nol bahwa data empiris cocok atau sesuai dengan model. Artinya tidak ada perbedaan antara model dengan data sehingga model dapat dikatakan fit (cocok). Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan diketahui nilai signifikansi sebesar 0,285. Angka tersebut menunjukkan nilai 0,285 > 0,05 sehingga dapat diartikan bahwa model yang digunakan dalam penelitian ini sudah tepat. Adapun hasil faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian bawang merah pada rumah tangga yakni harga bawang merah (X1), pendapatan (X3), promosi atau diskon (X4), pengaruh teman dan keluaraga (X5) dan jumlah anggota keluarga (X6). Sedangkan faktor yang tidak mempengaruhi yakni kualitas produk (X2) dan pendidikan (X7).
Saran yang dapat peneliti berikan yaitu bagi rumah tangga disarankan untuk mempertimbangkan faktor harga dan kualitas dalam pengambilan keputusan pembelian guna mendapatkan produk terbaik sesuai kebutuhan diharap pemerintah untuk lebih memperhatikan stabilisasi harga, peningkatan kualitas melalui pelatihan petani, dan dukungan promosi untuk pemasaran bawang merah.
