Analisis Nilai Tambah Dan Pengaruh Bauran Pemasaran 4p Terhadap Keputusan Pembelian Keripik Jamur Tiram Di Umkm Agronusa Mushroom
Abstract
UMKM Agronusa Mushroom merupakan usaha yang bergerak dalam budidaya dan pengolahan jamur tiram menjadi produk olahan bernilai tambah, salah satunya keripik jamur tiram. Produk ini memiliki peluang pasar yang cukup besar mengingat tren konsumsi makanan sehat semakin meningkat. Selain itu, Kota Batu sebagai destinasi wisata juga menjadi faktor pendukung dalam pemasaran produk ini, karena banyak wisatawan yang mencari oleh-oleh khas daerah. Namun, untuk meningkatkan daya saing dan keputusan pembelian, diperlukan strategi pemasaran yang tepat serta analisis nilai tambah agar usaha ini semakin berkembang dan menguntungkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah keripik jamur tiram menggunakan metode Hayami serta mengidentifikasi pengaruh bauran pemasaran (Produk, Harga, Tempat, dan Promosi) terhadap keputusan pembelian di UMKM Agronusa Mushroom.
Penelitian ini dilakukan di UMKM Agronusa Mushroom, Kota Batu, Jawa Timur, yang merupakan salah satu sentra budidaya dan pengolahan jamur tiram di daerah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner kepada konsumen serta wawancara dengan pemilik usaha. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode Hayami untuk mengetahui nilai tambah, serta regresi linier berganda untuk menganalisis pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tambah keripik jamur tiram sebesar Rp 40.157,50/kg dengan rasio 57,37%, yang dikategorikan sebagai nilai tambah tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa pengolahan jamur tiram menjadi keripik mampu meningkatkan nilai ekonomi produk dan memberikan keuntungan lebih tinggi dibandingkan penjualan jamur segar. Dari sisi pemasaran, hasil uji regresi menunjukkan bahwa variabel Produk, Harga, dan Tempat berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan P-Value < 0,05, sedangkan variabel Promosi tidak berpengaruh signifikan dengan P-Value = 0,774 (> 0,05).
Nilai Adjusted R-Square sebesar 56,57% menunjukkan bahwa variabel bauran pemasaran mampu menjelaskan variasi keputusan pembelian sebesar 56,57%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian ini. Artinya, selain faktor produk, harga, dan tempat, masih terdapat faktor lain yang dapat memengaruhi keputusan konsumen dalam membeli keripik jamur tiram, seperti preferensi rasa, tren makanan sehat, serta rekomendasi dari orang terdekat.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa produk, harga, dan tempat memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, sementara promosi tidak berpengaruh signifikan. Oleh karena itu, strategi pemasaran UMKM Agronusa Mushroom sebaiknya lebih difokuskan pada peningkatan kualitas produk, penyesuaian harga yang kompetitif, serta perluasan distribusi produk agar lebih mudah dijangkau oleh konsumen.
