| dc.description.abstract | Cabai merah merupakan salah satu kooditas sayuran yang berpotensi memiliki peluang bisnis propektif. Karena cabai merah besar (Capsicum annuum) adalah sayuran bernilai ekonomi tinggi. Produktivitas usahatani cabai yang rendah dapat mempengaruhi tingkat efisiensi produksi dengan menunjukkan seberapa besar output maksimum yang dihasilkan pada penggunaan input yang minimum. Peningkatan produktivitas akan mempengaruhi penerimaan dan pendapatan yang diperoleh petani. Aktivitas usahatani yang lebih baik dapat dilihat dari adanya peningkatan dalam produktivitas usahatani yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan petani sehingga akan mendukung terciptanya kesejahteraan yang lebih baik bagi petani dan keluarganya. Strategi dan pengetahuan teknis di lapangan menjadi hal yang sangat penting untuk dikuasai, guna mencapai hasil yang maksimal serta menekan resiko.
Efiensi usahatani tak luput adanya pihak pihak yang ikut adil dalam pemasarannya, Jalur pemasaran cabai merah tak jauh berbeda dengan komoditas pertanian lainnya yang terdapat beberapa pihak utama seperti petani, pedagang, pengepul, pasar hingga konsumen akhir. Sistem pemasaran yang ada di daerah Poncokusumo masih belum memberikan keuntungan yang maksimum dan kesejahteraan bagi petani sebagai produksen karena panjangnya saluran pemasaran dan dinilai tidak efisien. Efisiensi pemasaran merupkan tanda kesejahteraan bagi Lembaga pemasaran. Tujuan penelitian ini ialah mengetahui tingkat efiensi usahatani dan pemasaran cabap merah yang ada di Desa Ngebruk Kecamatan Poncokusumo.
Penelitian ini dilakukan di Desa Ngebruk Kecamatan Poncokusumo, dengan mengunakan metode pendekatan deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan data yang digunakan pada penelitian ini mengunakan 2 teknik yakni tekning random sampling dan Teknik snowball sampling dengan rumus slovin terhadap 1.665 petani dengan perolehan sampel sebesar 44 petani.
Hasil dari penelitian yang dilakukan diperoleh R/C Ratio pada efisiensi produksi tanaman cabai sebesar 5.06 dimana biaya tetap yang diperoleh sebesar 1.509.138,18 dan biaya variabel yang diperoleh sebesar 41.727.287,88 biaya tetap yang dimaksudkan diperoleh dari biaya penyusutan perlatan cangkul, sabit dan sprayer serta biaya yang dikeluarkan untuk pembayar pajak setiap masa tanamnya sedangkan biaya variabel diperoleh dari baiaya yang dkeluarkan petani untuk produksi cabai merah yang meliputi biaya benih, pupuk, obat obatan dan biaya tenaga kerja. Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwasanya usatani yang dilakukan di Desa Ngebruk Kematan poncokusomo merupakan usahatani yang efisien dan menguntungkan. kedua saluran tersebut dinilai efisien. Hal ini dilihat berdasarkan pengukuran efisiensi pemasaran dimana dari segi biaya pemasaran, saluran II menjadi saluran dengan biaya pemasaran terendah yaitu Rp.2664/Kg dengan nilai produk Rp.62.000/Kg. sedangkan pada pemasaran II dengan biaya Rp. 3205/Kg dengan nilai akhir sebesar Rp.62.000/Kg, Nilai farmer’s share yang ada di saluran pemasaran I sebesar 74,54%, pada saluran pemasaran II diperoleh sebesar 81,89 %.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Desa Ngebruk Kecamatan Poncokusumo saran saran yang dapat dilakukan bagi petani adalah petani diharapkan memiliki kelompok tani agar dalam memperoleh bahan output pertanian seperti pupuk lebih mudah sehingga menekan angka biaya yang dikeluarkan oleh petani dan memuahkan terhadap penyaluran hasil taninya. Melakukan pengolahan terhadap hasil panen untuk meningkatkan nilai jual suatu produk. Bagi pemangku kebijakan hendaknya Mengadakan penyuluhan terhadap petani mengenai penentuan saluran distribusi hasil pertanian karena apabila dilihat dari saluran pemasaran yang terjadi margin pemasaran pada tingkat tengkuak sangat lah besar maka dari itu selaku pemangku kebijakan bisa memfasilitasi petani untuk memperoleh informasi mengenai saluran pemasaran dan menyediakan lahan pemasaran agar memperpendek saluran pemasaran dengan hal tersebut akan memendekkan saluran pemasaran dan memperkecil margin pada petani. | en_US |