Analisis Efisiensi Teknis Usaha Tani Nanas (Studi Kasus Desa Sumberasri Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar)
Abstract
Subsektor pertanian yang berkontribusi signifikan adalah hortikultura, yang mencakup buah-buahan, sayuran, tanaman hias, dan tanaman obat. Dan salah satu komoditas buah-buahan yang penting dalam subsektor agribisnis adalah nanas (Ananas comosus). Produksi nanas di Indonesia lima tahun terakhir tumbuh positif 12,89% per tahun. Pada tahun 2022 merujuk pada Angka Tetap Direktorat Jenderal Hortikultura produksi nanas Indonesia mencapai 2,89 juta ton, lebih tinggi 17,95% dari tahun 2021 sebesar 2,45 juta ton. Peningkatan tersebut merupakan sumbangan kenaikan luas panen sebesar 4,87% dan produktivitas sebesar 12,47%. Daerah yang menjadi sentra produksi nanas di Indonesia meliputi Lampung, Sumatera Selatan, Jawa Timur, Riau, dan Jawa Tengah.
Provinsi Jawa Timur merupakan wilayah yang memiliki produksi buah nanas yang cukup tinggi. Salah satu wilayah sentra produksi nanas di Provinsi Jawa Timur adalah Kecamatan Nglegok di Kabupaten Blitar, yang berperan penting dalam meningkatkan produksi dan memanfaatkan potensi pertanian di daerah tersebut. Dengan demikian, pengembangan usahatani nanas di Kabupaten Blitar sangatlah vital untuk meningkatkan daya saing dan kontribusi wilayah ini dalam sektor pertanian nasional. Meskipun terdapat penelitian mengenai keunggulan komparatif dan pendapatan usahatani nanas di Desa Sumberasri, studi yang secara khusus menganalisis efisiensi teknis usahatani nanas di desa ini masih terbatas. Sebagian besar penelitian sebelumnya lebih berfokus pada aspek pendapatan dan keunggulan komparatif tanpa mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi teknis.
Penelitian ini bertujuan untuk 1. Untuk mengetahui pendapatan petani nanas di desa Sumberasri Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar 2. Analisis efisiensi teknis usahatani nanas di Desa Sumberasri kecamatan Nglegok kabupaten Blitar. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2024 di Desa Sumberasri Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar dengan penentuan lokasi secara purposive atau sengaja, dengan pertimbangan bahwa Desa Sumberasri merupakan salah satu wilayah yang menghasilkan nanas cukup banyak di Jawa Timur. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan bisa dijelaskan Usahatani nanas varietas simplek di desa Sumberasri tergolong menguntungkan karena memiliki pendapatan yang lebih tinggi dari biaya produksi. Rata-rata total penerimaan per hektar dari petani responden adalah Rp 113.272.917 Mt//Ha. dengan total biaya per hektar sebesar 66.102.508 Mt//Ha sehingga didapatkan keuntungan sebesar Rp. 47.170.409 per hektar. Dengan R/C Rasio sebesar 1,7. Hasil analisis tersebut membuktikan bahwa ushatani nanas di Desa Sumberasri menguntungkan petani.
Hasil penelitian untuk menentukan efisiensi teknis produksi pada usaha tani nanas di Desa Sumberasri berjumlah responden sebanyak 40. dengan variabel return to scale sebagai acuan, diperoleh rata-rata efisiensi teknis sebesar 0,951. DMU dengan perhitungan VRS memiliki nilai terendah sebesar 0,786 dan nilai tertinggi sebesar 1. sebanyak 15 orang dengan presentase 38% sudah mencapai efisien, sedangkan DMU yang belum efisien mencapai 25 DMU, dengan persentase sekitar 63%. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan melakukan penelitian menambahkan analisis tentang faktor sosial ekonomi untuk memberikan hasil analisis lebih detail tentang efisiensi teknis nanas. Sehingga penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan untuk penelitian kedepannya dan juga membahas tentang pemasarannya.
