| dc.description.abstract | Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang sangat penting di Indonesia. Budidaya tanaman tomat dalam pot menjadi salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan tomat yang meningkat. Penggunaan media tanam yang tepat dapat mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tomat. Sekam padi sebagai media tanam merupakan substrat organik yang digunakan oleh untuk memperbaiki tanah. Kandungan sekam padi seperti selulosa, hemiselulosa, lignin dan silika yang tinggi membuat mikroorganisme pengurai sulit untuk memecah bahan organik sehingga perlu dilakukan pengolahan terlebih dahulu pada sekam. Salah satu cara pengolahan sekam padi adalah dengan membuat serbuk dan kompos, sehingga mempercepat proses dekomposisi dan pengaruhnya bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi aplikasi pembenah tanah sekam padi dan pengurangan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat.
Penelitian ini merupakan percobaan pot yang dilakukan di Greenhouse di Dusun Tebelo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, pada bulan Desember 2024 sampai dengan bulan April 2025. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu : Faktor T (macam pembenah sekam) yang terdiri dari T1 (Serbuk sekam) dan T2 (Kompos sekam) dan faktor D (macam dosis NPK) yang terdiri dari D0 (0%) D1 (25%), D2 (50%), D3 (75%) dan D4 (100%). Kombinasi dari kedua faktor tersebut didapatkan sebanyak 10 kombinasi perlakuan yang masing-masing diulang sebanyak 3 kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman(cm), jumlah daun (cm), luas daun (cm2), jumlah bunga, fruitset, jumlah buah, bobot buah per tanaman, bobot per buah, bobot segar total tanaman dan bobot kering total tanaman.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan macam pembenah tanah sekam dan pengurangan dosis pupuk NPK memberikan pengaruh interaksi yang nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat, dimana perlakuan T1D4 (serbuk sekam + dosis pupuk NPK 100%) dan T2D3 (kompos sekam + dosis pupuk NPK 75%) merupakan kombinasi perlakuan yang memberikan pertumbuhan terbaik, sedangkan perlakuan T1D2 (serbuk sekam + dosis pupuk NPK 50%) merupakan perlakuan yang paling efisien karena memberikan hasil buah tomat yang tinggi. Bahan pembenah tanah sekam dalam bentuk serbuk maupun kompos memberikan efek yang sama terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Pengurangan dosis hingga 50% masih mampu memberikan pertumbuhan dan hasil buah tomat yang optimum. Dengan demikian, penggunaan pembenah tanah sekam dalam bentuk kompos maupun serbuk dapat diterapkan dalam budidaya tanaman tomat dalam pot yang dikombinasikan dosis pupuk NPK dapat dikurangi 50% dari dosis rekomendasi. | en_US |