Analisis Nilai Tambah Sari Apel Di Ksu Brosem (Studi Kasus : Koperasi Serba Usaha Bromo Semeru, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur)
Abstract
Malang dikenal sebagai penghasil apel di Indonesia, dan daerah penghasil apel utama di Malang Raya adalah Batu, sebuah kota yang diperluas dari Kabupaten Malang. Batu dan Malang adalah daerah penghasil apel utama di Indonesia. Sekitar 80% populasi pemanen apel Jawa Timur terkonsentrasi di Kabupaten Malang dan Kota Batu (Gazali & Munawaroh, 2016). Buah Apel (Malus domestica) memiliki banyak manfaat, diantaranya untuk menurunkan kolesterol dalam darah, penstabil gula darah, penurun tekanan darah, agen anti kanker dan untuk program diet (Wulansari, 2019). Pengolahan apel segar menjadi produk apel olahan memberikan nilai tambah bagi petani apel dan industri pengolahan apel. Menjual apel dalam bentuk segar memiliki umur yang relatif pendek dan beresiko mengalami kerusakan fisik dalam jumlah yang banyak (bulky) selain itu, terbalik dan tergores secara signifikan dapat mengurangi kualitas dan nilai. Pengolahan dapat meningkatkan berbagai kegunaan dan manfaat produk apel segar. Agroindustri mampu mendorong pengembangan usahatani sebagai penyedia input produksi serta dapat mendorong pembukaan lapangan kerja (Selvianingsih, 2022). KSU Brosem merupakan usaha kecil menengah yang memproduksi minuman sari apel dan beberapa oleh-oleh khas Malang skala home industry, yang berlokasi di jalan Bromo RW 10, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur. KSU Brosem yang merupakan singkatan dari (Koperasi Serba Usaha Bromo-Semeru) ini berdiri sejak tahun 2004. Usaha ini, awalnya tercetus oleh ide sebuah perkumpulan PKK yang terdiri dari 20 ibu rumah tangga. Berdasarkan keinginan untuk mengangkat derajat kehidupan masyarakat setempat, maka perkumpulan ini kemudian mendirikan sebuah usaha bersama yang dimiliki oleh masyarakat setempat. Dengan memiliki sebuah usaha mandiri bersama, mereka berharap dapat menjadi contoh bagi masyarakat pada daerah sekitar.
Sari apel adalah salah satu produk olahan dari KSU Brosem yang merupakan sejenis minuman dari buah apel yang diolah dengan cara pengepresan buah apel dengan penambahan gula dan asam nitrat. Kegiatan pengolahan buah apel menjadi produk baru yaitu sari apel membuat nilai ekonomis nya menjadi tinggi dan akan memberikan nilai tambah kepada produk apel sendiri. Nilai tambah terjadi karena adanya biaya-biaya yang dikeluarkan untuk melakukan aktivitas produksi sehingga menghasilkan suatu produk olahan. Pengolahan buah apel menjadi sari apel diharapkan memberikan nilai tambah, karena menaikkan harga jual produk, mengurangi biaya penyimpanan, mengurangi kerugian akibat kerusakan buah, meningkatkan kualitas hasil, meningkatkan keterampilan pengusaha serta dapat meningkatkan pendapatan produksi dari produk, juga memberi peluang kerja bagi masyarakat di sekitar perusahaan. Besarnya nilai tambah yang diperoleh berasal dari pengurangan terhadap nilai output, nilai input lain dan bahan baku. Nilai tambah merupakan selisih antara komoditas sebelum mengalami proses pengolahan sampai menjadi bahan produk jadi.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk menentukan besar nilai R/C ratio dan pendapatan pada sari apel KSU Brosem ?
2. Untuk menentukan besar nilai tambah pada sari apel KSU Brosem ?
Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan kuantitatif. Analisis data kualitatif menggambarkan secara deskriptif mengenai nilai tambah, aliran produk serta gambaran umum penelitian. Analisis kuantitatif digunakan untuk menganalisis nilai tambah, analisis pendapatan dan keuntungan daari produk olahan apel menjadi sari apel. Penelitian ini dilaksanakan di KSU Brosem. Pemilihan lokasi ini dilakukan secara sengaja (purposive), yaitu didasarkan atas pertimbangan berdasarkan kesesuaian karakteristik yang dimiliki oleh responden dengan kriteria tertentu yang sesuai tujuan penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2022, waktu tersebut digunakan untuk memperoleh informasi dan data dari KSU Brosem yang berlokasi di jalan Bromo RW 10, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur.
Metode pengambilan sampel ini dilakukan secara sengaja, yaitu pada KSU Brosem yang merupakan salah satu industri yang memproduksi minuman sari apel di Kota Batu. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari wawancara langsung dengan responden menggunakan daftar kuesioner yang sesuai dengan tujuan penelitian. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis kuantitatif yakni analis biaya, penerimaan, keuntungan, R/C ratio dan analisis tambah.
Hasil penelitian pada KSU Brosem yakni Biaya total sari apel di KSU Brosem selama 1 bulan produksi yaitu Rp 370.476.034,- Total penerimaan sari apel di KSU Brosem sebesar Rp 560.560.000,- Pendapatan yang diterima sari apel di KSU Brosem sebesar Rp 190.083.966,- dan R/C Ratio yaitu 1,51 maka dapat disimpulkan bahwa usaha pengolahan Sari Apel KSU Brosem layak dan menguntungkan. Nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan bahan baku sebanyak 8 kg apel menjadi 110 kardus minuman sari apel adalah sebesar Rp 154.962/kg, dengan rasio nilai tambah sebesar 40,25%.
Saran yang dapat peneliti berikan dari penelitian ini adalah sebaiknya dilakukan penekanan terhadap penggunaan biaya variabel proses produksi minuman kemasan sari apel agar R/C ratio yang didapatkan KSU Brosem lebih besar serta keuntungan yang diraup dapat maksimal. Di jaman yang serba modern ini sebaiknya KSU Brosem juga mulai mengembangkan strategi pemasaran produknya di berbagai marketplace maupun e-commerce supaya pemasaran sari apel dapat merata dan mudah dijangkau oleh calon konsumen.
