Analisis Pembelian Produk Keripik Sayur Lokal Di Cv. Agronusa Mushroom Batu
Abstract
Perkembangan teknologi semakin berkembang mengikuti perkembangan zaman yang semakin serba mesin. Sama seperti teknologi yang ada pada sub sektor usahatani, perkembangan juga banyak dilakukan di sub sektor pengolahan pasca panen. Lebih tepatnya pada alat yang digunakan pada industri maupun UMKM yang bergerak pada bidang pengolahan pangan hasil pertanian. Sebagian besar industri dan UMKM mengolah produk pertanian menjadi bahan pangan setengah jadi dan bahan pangan jadi (siap konsumsi). Salah satu produk makanan siap konsumsi yang menjadi salah satu camilan masyarakat di Indonesia adalah keripik. Dalam menghadapi perkembangan yang terjadi produsen keripik harus dapat melakukan inovasi pada produk. Salah satunya adalah dengan melakukan diversifikasi produk keripik. Bentuk diversifikasi yang dilakukan adalah dengan memproduksi keripik berbahan dasar komoditas pertanian yang lainnya yang belum lazim digunakan sebagai bahan dasar keripik.
Salah satunya yakni pada CV. Agronusa Mushroom yang berlokasi di Kota Batu. Dengan melakukan banyak perkembangan dan inovasi hingga saat ini CV. Agronusa Mushroom telah memiliki banyak produk yang dipasarkan keluar area Malang Raya. Keripik buah dan sayur yang diproduksi di rumah industri ini diantaranya adalah keripik bombai, keripik brokoli, keripik bunga kol, keripik cabai, keripik jagung, keripik jamur kuping, keripik jamur tiram, keripik labu madu, keripik paprika, keripik pisang, keripik rawit, keripik tempe, keripik ubi ungu dan ubi madu serta keripik wortel. Sebagai rumah industri yang memproduksi produk keripik buah dan sayur yang masih sangat jarang diproduksi oleh rumah produksi lainnya, CV. Agronusa Mushroom belum banyak melakukan banyak penelitian dan riset baik terhadap produk dan manajemen operasional perusahaan. Analisis usaha hanya dilakukan sesuai dengan perhitungan sederhana yang dilakukan oleh pemilik rumah industri yang juga merupakan pelaku manajemen dalam rumah produksi. Begitu pula pada produk hasil produksi yang belum banyak dilakukan riset. Padahal, produk yang dihasilkan merupakan produk yang banyak menarik minat pesaing sehingga harusnya banyak riset dilakukan demi mendukung perkembangan produk demi kelangsungan operasional perusahaan. Salah satunya adalah penelitian yang terkait dengan preferensi konsumen pada produk keripik sayur.
Preferensi merupakan derajat pilihan kesukaan konsumen terhadap produk yang diminati atau yang lebih disukai bila dibandingkan dengan produk lain. Hal ini dinilai sangat penting bagi perusahaan karena dengan mengetahuinya perusahaan dapat mengambil langkah strategis yang dapat digunakan untuk operasional perusahaan baik dalam hal pengaturan bahan baku, produksi, dan pemasaran. Selain itu, untuk mengetahui preferensi konsumen keripik sayur peneliti menggunakan metode conjoint analysis sehingga dapat diketahui pula nilai kepentingan dari atribut produk yang digunakan dalam penelitian. Nilai atribut yang memiliki kepentingan tertinggi merupakan atribut yang paling dipertimbangkan oleh konsumen sehingga informasi tersebut menjadi bekal bagi perusahaan dalam pengembangan produk kedepan. Adanya preferensi konsumen terhadap produk keripik sayur di CV. Agronusa Mushroom menandakan adanya minat beli oleh konsumen. Sehingga perlu adanya penelitian lanjutan terkait dengan keputusan pembelian yang dilakukan konsumen dan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen. Oleh karena itu, penting untuk dilakukan penelitian dengan tujuan 1. Mendeskripsikan preferensi konsumen terhadap produk keripik sayur lokal di CV. Agronusa Mushroom 2. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam menentukan keputusan pembelian produk keripik sayur lokal di CV. Agronusa Mushroom.
Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2024 berlokasi di rumah produksi CV. Agronusa Muhsroom. Penelitian dilakukan dengan wawancara terhadap konsumen yang telah mengonsumsi keripik sayur CV. Agronusa Mushroom sejumlah 110 orang. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) karena lokasi tersebut merupakan lokasi peneliti melakukan Praktik Kerja Lapang sebelumnya. Adanya hal tersebut sehingga peneliti memahami dengan baik kondisi dalam lokasi penelitian. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sejumlah 110 orang responden. Adapun metode pengambilan sampel adalah dengan menggunakan teknik accidental sampling yakni menggunakan pengunjung yang secara kebetulan ditemui terlebih dahulu yang dijadikan sebagai responden. Untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap produk keripik sayur menggunakan analisis konjoin sedangkan analisis regresi logistik digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian produk keripik sayur di CV. Agronusa Mushroom. Data yang digunakan adalah data primer yang didapatkan dari hasil wawancara kepada responden dan data sekunder yang didapatkan dari data operasional CV. Agronusa Mushroom.
Berdasarkan hasil analisis konjoin diketahui preferensi konsumen dalam mengonsumsi keripik sayur CV. Agronusa Mushroom adalah produk keripik dengan rasa yang cenderung tawar, warnanya lebih pekat dari warna sayur, bertekstur keras, memiliki harga > Rp30.000 dan ukuran kemasan kemasan grosir (>5kg). Nilai kepentingan atribut yang terbesar adalah atribut tesktur sehingga atribut tersebut adalah atribut yang paling penting apabila dibandingkan dengan atribut lain yang ada pada penelitian. Berdasarkan hasil uji regresi linier berganda melalui SPSS 21 diketahui faktor-faktor yang berpengaruh signifikan dalam keputusan pembelian produk keripik sayur CV. Agronusa Mushroom adalah variabel rasa (X1), warna (X2), harga (X4), dan rasa (X5). Sedangkan variabel yang tidak memiliki pengaruh terhadap keputusan konsumsi masyarakat adalah variabel tekstur (X3).
Saran yang dapat diberikan oleh penulis adalah dalam pengembangan produk keripik sayur, produsen khususnya pada rumah produksi CV. Agronusa Mushroom dapat menciptakan produk sesuai dengan segmentasi dan preferensi konsumen, seperti cenderung kepada produk yang memiliki rasa tawar, warnanya lebih pekat dari warna sayur, bertekstur keras, harga yang > Rp30.000 dan ukuran yang > 5 kg. Dalam penerapan strategi pemasaran produk, produsen dapat mempertimbangkan aspek atribut produk yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen sehingga dalam pengembangan produk dan pemasaran dapat memperhatikan faktor-faktor tersebut. Peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian terhadap variabel-variabel lain yang tidak terdapat dalam penelitian ini seperti variabel gaya hidup, promosi dan distribusi produk serta motivasi mengonsumsi untuk pengembangan penelitian lebih luas.
