Respon Tanaman Kacang Panjang (Vigna Sinensis L) Terhadap Pemberian Pupuk Npk Mutiara Dan Pupuk Kandang Sapi
Abstract
Kacang panjang (Vigna sinensis L.) merupakan tanaman sayuran semusim yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat di Indonesia dan merupakan salah satu jenis sayuran yang dijual sehari-hari. Pendayagunaan kacang panjang sangat beragam, yakni dihidangkan untuk berbagai masakan mulai dari bentuk mentah sampai masak. Bagian tanaman kacang panjang yang dapat dikonsumsi adalah bagian polong-polong yang banyak mengandung vitamin A, B, dan C serta protein (Anto, 2011). Mengkombinasikan pupuk organik dan anorganik dapat memberikan hasil yang lebih maksimal bagi pertumbuhan tanaman. seperti kombinasi antara pupuk kandang sapi dan NPK Mutiara. Pupuk NPK mutiara (16:16:16) merupakan salah satu pupuk anorganik bersifat majemuk yang memiliki unsur hara makro N, P dan K masing masing 16% (Fahmi, 2014). Adapun Tujuan Penelitian. Mengetahui pengaruh interaksi pemberian pupuk NPK dan pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang (Vigna Sinensis L) serta kombinasi mana yang terbaik, Mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang (Vigna Sinensis L), Mengetahui pengeruh pemberian pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang (Vigna Sinensis L).
Kegiatan penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2024 hingga November 2024 di lahan milik petani tepatnya Jl. Tirto Utomo Ds. Landungsari Kec.Dau Kota Malang. Analisis tanaman dilakukan di Laboratorium Terpadu Universitas Islam Malang. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan kontrol terdiri dari dua faktor . Faktor pertama pupuk NPK mutiara terdiri dari 3 taraf: P1 = 200 kg/ha, P2 = 300 kg/ha, P3 = 400 kg/ha. Faktor kedua adalah perlakuan dosis pupuk kandang sapi terdiri dari 4 taraf yaitu: K1 = 5 ton/ha, K2 = 10 ton/ha, K3 = 15 ton/ha, K4 = 20 ton/ha dengan demikian tedapat 13 kombinasi perlakuan ditambah kontrol total 13 kombinasi perlakuan yang masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan, Parameter pengamatan meliputi: panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar total tanaman, bobot kering total tanaman, bobot segar akar, bobot kering akar, jumlah polong/buah pertanaman, bobot polong per buahkandungan klorofil ( SPAD).
Pemberian pupuk NPK Mutiara dan dosis pupuk kandang sapi yang diaplikasikan pada penelitian ini berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan panajng tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar dan kering total tanaman, jumlah polong, panjang polong, bobot total polong, dan kandungan klorofil tanaman kacang panjang. Perlakuan P3K3 (pupuk NPK mutiara 400 kg/ha + pupuk kandang sapi 15 ton/ha) secara keseluruhan memberikan hasil lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya dengan nilai bobot produksi adalah 150,69 gram atau 9,42 ton/ha. Perlakuan NPK 300 kg/ha lebih baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang. Pemberian pupuk kandang sapi 15 ton/ha lebih baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang
