Analisis Manajemen Agribisnis Jamur Tiram Pada Cv. Damarayu Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang
Abstract
Indonesia adalah negara berkembang dengan sektor pertanian merupakan sumber mata pencaharian mayoritas bagi para penduduk. Sektor pertanian memiliki peranan yang sangat penting dalam perekonomian nasional, hal ini dapat diketahui dari kegiatan yang dominan padasektor pertanian khususnya dalam pemantapan ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan pekerjaan. Salah satu komoditas pertanian yang di budidayakan yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi adalah jamur tiram. Salah satu agroindustri adalah CV. Damarayu yang merupakan agroindustri yang bergerak pada bidang pertanian khususnya jamur tiram. Agroindustri ini berfokus pada pada produksi baglog jamur tiram dan budidaya jamur tiram. Tujuan penelitian skripsi ini untuk mengetahui perencanaan subsistem manajemen produksi, subsistem manajemen sumberdaya manusia, subsistem manajemen keuangan dan subsistem manajemen pemasaran pada CV. Damarayu Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang.
Kegiatan penelitian ini dilakukan pada bulan November sampai dengan bulan Desember tahun 2024. Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan di CV. Damarayu yang terletak di Jalan Sonotengah Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Metode populasi penelitian ini adalah informasi dari responden dalam organisasi perusahaan. Situasi sosial tersebut dapat dinyatakan sebagai objek penelitian yang ingin diketahui. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh dari kegiatan wawancara, observasi, sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh dengan mengumpulkan data- data yang telah ada pada intansi terkait dan literatur-literatur yang relevan dengan masalah yang diteliti. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian dilakukan secara kualitatif. Analisis kualitatif dilakukan berdasarkan metode deskriptif dalam bentuk subsitem manajemen produksi, subsistem manajemen sumberdaya manusia, subsistem manajemen keuangan, subsistem manajemen
pemasaran pada CV. Damarayu. Untuk mengetahui besarnya biaya pada perusahaan menggunakan nilai R/C Ratio, yang dijelaskan secara deskriptif disesuaikan dengan data yang akan diperoleh peneliti selama melakukan penelitian di CV. Damarayu. Hasil dari analisis ini disajikan dalam bentuk tulisan dan gambar yang sesuai dengan penelitian. Berdasarkan hasil Penelitian yang dilakukan pada CV. Damarayu pada komoditas jamur tiram maka dapat disimpulkan bahwasannya, Kegiatan manajemen usahatani komoditas jamur tiram di CV. Damarayu telah menerapkan masing-masing fungsi manajemen mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, evaluasi dan pengendalian dengan baik.
Perencanaan dalam produksi jamur tiram pada CV. Damarayu dilakukan setiap tiga bulan sekali yang meliputi perencanaan bahan baku, standarisasi produksi. Perencanaan ini berupa sistem produksi, persiapan alat produksi dan persiapan bahan baku.
Sistem tenaga kerja pada CV. Damarayu sudah menerapkan manajemen dengan baik yang memberikan efek yang baik pula bagi karyawan. Hal yang terjadi pada lingkungan kerja pada CV. Damarayu, dimana para karyawan bekerja dengan nyaman. Kenyamanan yang dijalin oleh seluruh karyawan membuat pekerjaan menjadi senang.
Sistem keuangan pada CV. Damarayu sudah ditangani langsung oleh manajer keuangan tentunya sudah efesien dalam pembukuan mulai dari perencanaa pengeluaran biaya sampai pemasukan keuntungan biaya dari produksi hingga penjualan.
Sistem pemasaran pada CV. Damarayu masih belum memperluas pemasarannya, akan tetapi sistem pemasaran masih mengoptimalkan pasar yang ada di mana pasar yang bermitra masih berjalan stabil selama pesanan terpenuhi.
Secara keseluruhan, CV. Damarayu telah menjalankan manajemen produksi jamur tiram secara terstruktur dan efisien. Hal ini dapat dilihat dari konsistensi dalam menjaga kualitas produk, kemampuan memenuhi permintaan pasar, serta peran aktif dari seluruh tim manajemen dalam mengelola proses produksi. Namun, masih terdapat ruang pengembangan, seperti pemanfaatan teknologi produksi yang lebih modern serta peningkatan kapasitas SDM untuk menghadapi tantangan agribisnis kedepan.
