Evaluasi Pertumbuhan Dan Kualitas Tanaman Ketul (Bidens Pilosa) Akibat Pemberian Berbagai Jenis Pupuk Organik Dan Dosis
Abstract
Tanaman ketul (Bidens pilosa), yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, memiliki potensi sebagai sumber senyawa antibakteri alami. Tanaman ketul (Bidens pilosa) selama ini sering dianggap sebagai gulma yang mengganggu tanaman budidaya. Namun, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, potensi tanaman ini semakin terungkap. Ketul memiliki beragam manfaat, mulai dari pengobatan tradisional hingga potensi sebagai bahan baku industri.
Penggunaan pupuk organik dalam pertanian semakin diminati sebagai upaya untuk mengatasi masalah degradasi tanah dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia sintesis. Pupuk organik yang dapat dimanfaatkan antara lain pupuk sapi, rusa dan kompos. Kotoran sapi, sebagai salah satu jenis pupuk organik, memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman. Kotoran rusa biasanya mengandung lebih banyak serat dan senyawa organik karena rusa merupakan herbivora yang lebih selektif dalam memilih makanan. Kebiasaan makan rusa yang mencakup dedaunan, ranting, dan buah-buahan menghasilkan nutrisi yang lebih beragam dibandingkan kotoran kambing atau sapi, yang makanannya didominasi oleh rumput dan jerami. Selain pupuk kandang sapi & rusa, kompos juga merupakan pupuk organik yang berasal dari hasil pelapukan bahan-bahan organik meliputi dedaunan, alangalang, jerami, dan sebagainya. Pupuk kompos dibuat oleh manusia melalui proses pembusukan sisa-sisa makhluk hidup yang berasal dari tanaman maupun hewan dengan bantuan mikroba
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui pengaruh pemberian berbagai jenis pupuk organik terhadap pertumbuhan tanaman ketul (Bidens pilosa). Mengetahui perbedaan pemberian dosis terhadap pertumbuhan tanaman ketul (Bidens pilosa). Mengetahui jenis pupuk organik dan perbandingan variasi dosis yang paling efektif terhadap pertumbuhan tanaman ketul (Bidens pilosa).
Penelitian ini dilaksanakan Kegiatan penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 15Januari 2025 sampai tanggal 17 Maret 2025 di Kebun Percobaan lapangan terpadu, Krajan timur, Kebonagung, Kec. Pakisaji, kabupaten Malang, Jawa Timur, 65144. Analisis tanaman dilakukan di Laboratorium Terpadu Universitas Islam Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan kontrol. Faktor pertama jenis pupuk organik, faktor kedua dosis yang berbeda ( 5, 10, 15). Terdapat 10 kombinasi perlakuan, diulang sebanyak 3 kali. Tiap kombinasi perlakuan terdapat 3 sampel tanaman dengan total populasi tanaman sebanyak 90 tanaman. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis ragam uji F (Anova) dengan taraf 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan dosis pupuk organik 10 ton.ha-1 ( D1 ) memberikan hasil rata – rata terbaik diberbagai parameter pertumbuhan dan hasil tanaman ketul.
