| dc.description.abstract | Padi (Oryza sativa) merupakan salah satu tanaman pangan utama di dunia, khususnya di Asia. Sebagai sumber karbohidrat utama, padi menjadi makanan pokok bagi lebih dari setengah populasi global. Komoditas padi menjadi penting karena produk yang dihasilkan sebagai bahan kebutuhan makanan pokok setiap hari dalam menunjang kebutuhan akan pemenuhan kalori dari beras yang dihasilkan. Peneliti memilih Desa Sutojayan sebagai tempat penelitian dikarenakan pertanian yang ada di desa tersebut sangat berkembang pesat. Dari tahun 2020 petani menggunakan benih varietas ciherang namun pada 2024 banyak petani yang beralih pada benih varietas inpari 32 hdb, dikarenakan dari hasil produksi yang didapatkan oleh petani dari benih varietas inpari 32 hdb lebih besar daripada benih varietas ciherang. Penggunaan benih yang berkualitas adalah kunci pertama keberhasilan dalam pertanian padi. Penelitian ini bertujuan: 1) Mengetahui perbedaan pendapatan usahatani padi varietas ciherang dan varietas inpari 32 hdb, 2) Mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi peralihan varietas ciherang ke varietas inpari 32 hdb.
Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja (purposive sampling) di Desa Sutojayan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh atau metode sensus dimana semua sampel dijadikan penelitian, sampel penelitian berjumlah 58 orang. Metode pengumpulan data dilakukan dengan proses wawancara kepada petani yang melakukan peralihan varietas dan juga kepada petani yang tidak melakukan peralihan varietas. Analisis data peneliti dari tujuan pertama menggunakaan biaya total (fixed cost), biaya tidak tetap (variable cost), penerimaan, uji t untuk melakukan pengujian perbedaan pedapatan. Sedangkan untuk tujuan kedua analisis faktor-faktor yang memengruhi peralihan varietas peneliti menggunakan dummy yaitu uji regresi logistik.
Hasil analisis perbedaan hasil produksi dapat diketahui bahwa varietas ciherang dan varietas inpari 32 hdb memiliki perbedaan pendapatan yang signifikan, hal tersebut menunjukkan bahwa nilai sig (2-tailed) adalah 0,000 > 0,05 dengan hasil perbedaan dari varietas inpari sebesar 6 ton sedangkan dari varietas ciherang sebesar 5 ton, terdapat selisih 1 ton dari kedua varietas, uji t perbedaan pendapatan dapat diketahui bahwa varietas ciherang dan varietas inpari 32 hdb memiliki perbedaan pendapatan yang signifikan, hal tersebut menunjukkan bahwa nilai sig (2-tailed) adalah 0,000 > 0,05 dengan hasil perbedaan pendapatan sebesar 13.731.550/ha dari varietas ciherang sedangkan dari varietas inpari 32 hdb sebesar Rp 25.848.772/ha. Hasil analisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani beralih menunjukkan bahwa 6 variabel (umur, luas lahan, biaya usahatani, pendapatan, hasil produksi dan jumlah tanggungan keluarga) berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani beralih varietas dan 2 variabel (pendidikan dan pengalaman berusahatani) tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani beralih varietas.
Saran yang bisa diberikan melalui adanya penelitian ini yaitu mahasiswa yang ingin meneliti dengan topik peralihan varietas disarankan untuk menambah variabel-variabel seperti umur padi, peran penyuluh, peran kelompok tani yang belum ada pada penelitian sebelumnya. Adapun saran bagi petani yaitu untuk melakukan peralihan varietas yang menghasilkan pendapatan tinggi. | en_US |