Pengaruh Harga, Citra Merek, Dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Kopi Racik Oleh Generasi z Di Morstein Coffe, Kota Malang
Abstract
Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan di Indonesia yang memiliki nilai budaya, ekonomi, dan sosial yang tinggi. Konsumsi kopi di kalangan anak muda terus mengalami perkembangan, termasuk di Kota Malang yang dikenal dengan banyaknya kedai kopi lokal. Salah satu kedai kopi yang cukup dikenal di kalangan mahasiswa adalah Morstein Coffee, yang menawarkan kopi racik dengan harga yang terjangkau dan kualitas rasa yang khas. Namun, dalam persaingan bisnis yang ketat, penting bagi pelaku usaha untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pembelian konsumennya, terutama dari kalangan Generasi Z yang memiliki preferensi dan pola konsumsi yang berbeda dari generasi sebelumnya.
Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui persepsi Generasi Z terhadap harga, citra merek, dan kualitas produk pada kopi racik di Morstein Coffee Kota Malang; serta (2) Menganalisis pengaruh harga, citra merek, dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian kopi racik oleh Generasi Z. Penelitian ini dilakukan di Morstein Coffee Kota Malang pada bulan Februari hingga April 2025, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah sebanyak 60 orang, yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling, yaitu dengan mewawancarai pengunjung Morstein Coffee yang termasuk ke dalam Generasi Z.
Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi logistik. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa persepsi Generasi Z terhadap variabel harga, citra merek, dan kualitas produk termasuk dalam kategori tinggi, meskipun citra merek memiliki skor persepsi yang paling rendah dibandingkan dua variabel lainnya. Sementara itu, hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa variabel harga dan kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, dengan nilai signifikansi masing-masing 0,010 dan 0,023. Sebaliknya, variabel citra merek justru menunjukkan pengaruh signifikan yang negatif, dengan nilai signifikansi 0,004. Temuan ini menunjukkan bahwa citra merek yang belum dibarengi dengan pengalaman positif dapat menurunkan minat beli konsumen.
Berdasarkan hasil tersebut, saran yang dapat diberikan penulis adalah: (1) Morstein Coffee disarankan untuk menjaga kualitas produk dan menetapkan harga yang sesuai dengan ekspektasi konsumen, karena kedua hal ini terbukti mendorong keputusan pembelian. Konsistensi dalam rasa dan pelayanan perlu terus dijaga agar loyalitas konsumen tetap tinggi. (2) Citra merek perlu diperbaiki dan diperkuat melalui strategi branding yang sesuai dengan karakteristik Generasi Z, seperti promosi kreatif, visual branding yang konsisten, dan komunikasi yang membangun kepercayaan terhadap merek. Dengan demikian, persepsi konsumen terhadap Morstein Coffee dapat meningkat dan mendukung keputusan pembelian secara keseluruhan.
