Pengaruh Bauran Pemasaran Dan Branding Produk Keripik Pisang Terhadap Loyalitas Pelanggan (Studi Kasus Di Umkm Keripik Pisang Kharisma Kecamatan Blimbing Kota Malang)
Abstract
Loyalitas pelanggan sangat penting untuk keberlanjutan dan keberhasilan bisnis, terutama bagi UMKM. Untuk UMKM Keripik Pisang Kharisma, mempertahankan pelanggan yang setia bukan hanya membantu menjaga stabilitas pendapatan tetapi juga menjadi strategi yang bagus untuk menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat. Pelanggan yang setia cenderung tidak mudah beralih ke produk lain, terus membeli produk tersebut, dan bahkan dengan sukarela menyarankan orang lain untuk membeli produk tersebut. Di tengah persaingan yang meningkat di industri makanan ringan, termasuk keripik pisang, pelaku UMKM harus memperhatikan kualitas produk dan menerapkan strategi pemasaran yang terarah dan menyeluruh. Pelaku usaha harus memiliki kemampuan untuk membangun strategi pemasaran melalui bauran pemasaran atau marketing mix, yang mencakup elemen produk, harga, lokasi, dan promosi, jika mereka ingin menjalin hubungan dengan pelanggan untuk jangka Panjang (Mamonto et al., 2021). Untuk memastikan bahwa produk tidak hanya dikenal, tetapi juga dipercaya oleh pelanggan, adalah penting untuk membangun branding produk yang kuat. Penelitian ini disusun dengan merumuskan masalah, merancang tujuan, dan menjelaskan manfaat teoritis dan praktis yang diharapkan. Penelitian ini memiliki dua tujuan, yang pertama untuk menganilisis pengaruh bauran pemasaran 4P (produk, harga, lokasi, dan promosi) terhadap loyalitas pelanggan keripik pisang yang dilakukan oleh UMKM Keripik Pisang Kharisma, kedua untuk menganilisis pengaruh branding produk terhadap loyalitas pelanggan keripik pisang yang dilakukan oleh UMKM Keripik Pisang Kharisma. Selain itu, penelitian ini memberikan batasan ruang lingkup agar penelitian yang lebih mendalam dan terfokus pada UMKM Keripik Pisang Kharisma dapat dilakukan.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, yang berfokus pada pengumpulan dan analisis data numerik untuk memperkuat hipotesis dan memperkuat hubungan antara variabel. Teknik analisis yang digunakan adalah Model Persamaan Struktural berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS), yang merupakan teknik statistik multivariat yang dapat menghasilkan hubungan kausal kompleks antara variabel laten dan indikatornya secara bersamaan. Data utama diperoleh melalui penyebaran kuesioner yang dirancang dengan skala Likert 1–5, dimana responden diminta untuk menilai tingkat persetujuan terhadap sejumlah pernyataan yang menunjukkan indikator untuk masing-masing variabel. Kuesioner ini dibagikan kepada 50 responden, yang dipilih melalui metode pengambilan sampel secara kebetulan, yaitu berdasarkan siapa saja yang secara kebetulan bertemu dan bersedia berpartisipasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hal pengaruh masing-masing variabel terhadap loyalitas pelanggan pada UMKM Keripik Pisang Kharisma, analisis dengan metode SEM-PLS menghasilkan beberapa temuan penting: a) Model penelitian cukup kuat, seperti yang ditunjukkan oleh nilai R-square sebesar 0,828. Dengan kata lain, lima variabel yang diteliti yakni produk, harga, lokasi, promosi, dan branding mampu memberikan 82,8% dari variasi loyalitas pelanggan. Faktor lain yang tidak dimasukkan ke dalam model, seperti kepuasan pelanggan, pelayanan, atau persepsi merek umum, mencakup 17,2 persen. b) Berdasarkan hasil analisis statistik, Produk (X1) tidak berpengaruh signifikan (T=0,737, P=0,461), meskipun dinilai baik oleh responden (skor 4,22). Hal ini bisa disebabkan karena produk serupa banyak tersedia di pasaran. c) Hasil analisis SEM-PLS menunjukkan bahwa Harga (X2) berpengaruh signifikan positif (T=5,516, P=0,000) dan menjadi faktor dominan. Responden menilai harga sesuai dengan kualitas dan manfaat (skor 4,41). d) Berdasarkan hasil analisis SEM-PLS, variabel Tempat (X3) juga signifikan (T=4,874, P=0,000). Lokasi yang mudah dijangkau dan nyaman mendukung loyalitas (skor 4,38). e) Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel Promosi (X4) belum signifikan (T=1,691, P=0,092), meski mendekati batas signifikansi 10%. Promosi dinilai belum menjangkau target pasar secara efektif (skor 3,91). f) Berdasarkan hasil analisis SEM-PLS, variabel Branding Produk (X5) signifikan (T=1,768, P=0,048). Branding yang kuat mampu membangun hubungan emosional dan meningkatkan kepercayaan pelanggan (skor 4,34).
Hasilnya menunjukkan bahwa UMKM Keripik Pisang Kharisma paling banyak dipengaruhi oleh harga, lokasi, dan branding produk. Promosi, di sisi lain, memiliki efek yang perlu diperhatikan dan dievaluasi lebih lanjut, tetapi produk belum mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada UMKM Keripik Pisang Kharisma harus meningkatkan inovasi produk mereka untuk menjadikannya lebih unik dan menarik. Agar menarik perhatian pelanggan dengan lebih baik, strategi promosi juga harus dievaluasi. Untuk membentuk persepsi yang kuat di benak konsumen, penguatan branding produk juga diperlukan. Untuk mendapatkan hasil yang lebih luas, penelitian selanjutnya diharapkan dapat memasukkan faktor kepuasan pelanggan dan pelayanan.
