Show simple item record

dc.contributor.authorAGITHA, MARCELLA AURELYA
dc.date.accessioned2026-01-29T03:33:32Z
dc.date.available2026-01-29T03:33:32Z
dc.date.issued2025-06-05
dc.identifier.urihttp://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12902
dc.description.abstractJamu merupakan warisan pengobatan tradisional Indonesia yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda. Seiring perkembangan zaman, jamu mengalami inovasi menjadi jamu cair tradisional kemasan yang lebih praktis dan higienis. Inovasi jamu tersebut mendorong meningkatnya industri jamu di Indonesia yang tumbuh sekitar 10% per tahun. Kota Malang sebagai salah satu pusat ekonomi di Jawa Timur mengalami peningkatan konsumsi jamu tradisional sebagai akibat dari peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat. Namun, keputusan pembelian masyarakat terhadap produk ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kepercayaan terhadap khasiat, persepsi kesehatan, kebiasaan tradisional keluarga, harga, serta atribut produk seperti rasa, aroma, dan tekstur. Meski jamu memiliki potensi besar, terdapat tantangan dalam menjaga keberlanjutan konsumsinya di tengah perubahan gaya hidup modern. Beberapa penelitian terdahulu dengan objek jamu tradisional, analisis yang dilakukan antar variabel bersifat langsung tanpa melalui mediasi (perantara) sebagai atribut produk atau preferensi konsumen. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan : 1) Mengetahui faktor yang memengaruhi keputusan masyarakat dalam membeli jamu cair tradisional, dan 2) Mengetahui apakah atribut produk (rasa, aroma dan tekstur) berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara tradisi, persepsi kesehatan dan harga dengan keputusan pembelian jamu cair tradisional. Kota Malang dipilih karena memiliki keunggulan komprehensif meliputi kekayaan biodiversitas tanaman obat di area perkotaan dan pinggiran kota serta adanya komunitas pembuat jamu tradisional di beberapa kecamatan. Penelitian ini dilakukan pada bulan April - Mei 2025 dengan populasi penelitian adalah seluruh masyarakat Kota Malang yang mengonsumsi jamu. Dalam pengambilan sampel menggunakan metode non-acak (Non-Probability Sampling) dikarenakan populasi tidak diketahui jumlah anggotanya. Penentuan responden didasarkan pada metode purposive sampling dengan kriteria antara lain masyarakat Kota Malang yang berusia minimal 20 tahun dan merupakan pembeli atau pernah mengonsumsi jamu cair tradisional kemasan setidaknya satu kali dalam tiga bulan terakhir. Jumlah responden sebagai sampel didapati sebanyak 100 orang yang diperoleh dari perhitungan Multivariate. Metode analisis SEM (Structural Equation Modelling) digunakan untuk mengetahui faktor yang memengaruhi keputusan masyarakat dalam membeli jamu cair tradisional, dan peran atribut produk sebagai variabel mediasi dalam hubungan variabel eksogen dan variabel endogen. Dari hasil analisis SEM diketahui bahwa variabel yang berpengaruh signifikan secara langsung terhadap keputusan pembelian jamu cair tradisional adalah Persepsi Kesehatan (X2) yang nilai signifikansinya sebesar 0,000 dengan nilai koefisien sebesar 0,577 dan Atribut Produk (Z) yang nilai signifikansinya sebesar 0,000 dengan nilai koefisien sebesar 0,509. Sementara itu, variabel yang tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap Keputusan Pembelian (Y) adalah variabel Tradisi (X1) yang nilai signifikansinya sebesar 0,063 dengan nilai koefisien sebesar -0,227 dan Harga (X3) yang nilai signifikansinya sebesar 0,58 dengan nilai koefisien sebesar 0,082. Hasil penelitian juga diketahui bahwa Atribut Produk (Z) berperan sebagai variabel mediasi antara Tradisi (X1), Persepsi Kesehatan (X2), dan Harga (X3) terhadap Keputusan Pembelian (Y). Nilai pengaruh tidak langsung melalui Atribut Produk (Z) lebih besar daripada pengaruh langsung untuk variabel Tradisi (X1) yaitu 0,194 > -0,227 dengan pengaruh totalnya sebesar -0,033 dan Harga (X3) yaitu 0,103 < 0,577 dengan pengaruh totalnya sebesar 0,680. Sedangkan variabel Persepsi Kesehatan (X2) nilai pengaruh tidak langsungnya lebih kecil daripada pengaruh langsungnya yaitu 0,157 > 0,082 dengan pengaruh totalnya sebesar 0,239. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka disarankan bagi pelaku usaha jamu cair tradisional, untuk fokus pada peningkatan kualitas sensorik produk (rasa, aroma, tekstur), karena meskipun harga jamu terjangkau, konsumen masih mempertimbangkan kualitas secara keseluruhan sebelum membuat keputusan pembelian. Selain itu, produsen juga perlu menekankan manfaat kesehatan jamu secara jelas dalam kemasan atau promosi, untuk meningkatkan kepercayaan dan minat beli konsumen. Bagi peneliti selanjutnya, untuk memperluas ruang lingkup penelitian dengan melakukan perbandingan preferensi konsumen antara jamu cair dalam kemasan botol dan jamu bubuk sachet, serta menambahkan variabel lain, seperti promosi, gaya hidup, dan pengaruh media sosial agar diperoleh gambaran yang lebih luas terkait perilaku konsumen dalam mengonsumsi jamu tradisional. Bagi pemerintah, untuk lebih memperhatikan potensi olahan minuman sehat berupa jamu cair tradisional karena dukungan terhadap pengembangan produk ini tidak hanya akan membantu melestarikan warisan budaya Takbenda, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Malangen_US
dc.subjectKeputusan Masyarakaten_US
dc.subjectPembelian Jamu Cairen_US
dc.subjectSEM (Structural Equation Modelling)en_US
dc.titleFaktor Yang Memengaruhi Keputusan Masyarakat Terhadap Pembelian Jamu Cair Tradisional Di Kota Malangen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record


PRISMA Knowledge Center
Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Islam Malang
Telp: 0341-581613, Fax.: 0341-552249
Jln. MT. Haryono 193, Kota Malang