Analisis Efisiensi Teknis Usahatani Cabai Merah (Capsicum a.l) Di Desa Kunir Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar
Abstract
Cabai merah merupakan komoditas hortikultura strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan tingkat konsumsi yang luas di Indonesia. Selain menjadi bahan pangan pokok, cabai merah juga berperan signifikan dalam memengaruhi laju inflasi nasional, mengingat harga dan produksinya sangat rentan mengalami fluktuasi akibat berbagai faktor, seperti musim, distribusi dan dinamika permintaan pasar. Dalam koteks produksi nasional, Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu daerah penghasil cabai merah terbesar di Indonesia dengan total produksi mencapai 107,87 ribu ton selama periode 2018-2022. Salah satu kontributor utama dalam produksi cabai merah di Jawa Timur yaitu Kabupaten Blitar yang menyumbang 29,45% dari produksi tersebut. Namun, produksi di Kabupaten Blitar dalam tiga tahun terakhir menunjukan tren fluktuatif, yakni 36,278 kwintal (2021), turun menjadi 31,754 kwintal (2022), lalu naik menjadi 36,770 kwintal (2023). Salah satu wilayahnya yang cukup bagus dengan tingkat efisiensi tinggi dalam komoditas hortikultura yaitu Kecamatan Wonodadi yang memberikan kontribusi produksi cabai merah 1,085 kwintal dari luas lahan 20 Ha. Secara khusus, Desa Kunir yang berada di Kecamatan tersebut yang memiliki keunggulan berupa tanah yang subur dan iklim yang sesuai, menjadikanya wilayah yang potensial dalam memproduksi cabai merah. Dengan potensi dari Desa Kunir tersebut, diperkirakan dapat berkontribusi secara nyata terhadap perekonomian lokal dan ketahanan pangan. Upaya peningkatan produksi petani harus dimbangi dengan efisiensi usahataninya, termasuk juga efisiensi teknis. Untuk itu perlu dilakukan pengukuran efisiensi teknis usahatani, khususnya penggunaan faktor produksi usahatani cabai merah. Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui tingkat efisiensi teknis usahatani di Desa Kunir Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar. 2) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi usahatani cabai merah di Desa Kunir Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2025 sampai Juni 2025 di Desa Kunir Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar. Pemilihan lokasi penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive) dan berdasarkan pertimbangan khusus, mengingat Desa Kunir merupakan sentra produksi cabai merah, karena lahan dan lingkungannya sangat mendukung untuk berusahatani hortikultutra khusunya cabai merah. Jumlah sampel yang digunakan 55 responden yang dihitung berdasarkan rumus Slovin metode pengambilan sampel dengan Simple random sampling dengan menggunakan alat bantu berupa Spinner. Dalam mencapai tujuan penelitian dilakukan beberapa analisis dengan metode yang berbeda. Adapun analisis efisiensi teknis usahatani cabai merah menggunakan Data Envelopment Analysis (DEA) dengan bantuan software DEAP versi 2.1. Sedangkan pada Software STATA 17 dengan model Regresi Tobit dilakukan unutk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi teknis tersebut.
Berdasarkan hasil analisis, rata-rata efisiensi teknis usahatani cabai merah mencapai rata-rata efisiensi teknis usahatani cabai merah mencapai 0,962 atau 0,962% nilai VRSTE. Sejumlah 35 petani atau 64% sudah efisien (ET = 1) dan 20 petani atau 36% belum efisien (ET < 1). Kemudian hasil dari analisis Regresi Tobit faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi teknis usahatani cabai merah di Desa Kunir, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar yaitu pendidikan (Z2), status kepemilikan lahan (Z4) dan keikutsertaan dalam kelompok tani (Z5), ketiga variabel ini signifikan di tingkat 5%. Kemudian faktor umur (Z1) signifikan di tingkat 10%. Sedangakan pengalaman usahatani (Z3) tidak berpengaruh secara nyata terhadap efisiensi teknis usahatani cabai merah.
Diharapkan bagi petani cabai merah di Desa Kunir Kecamatan Wonodadi untuk mengurangi input slack, karena sebagian besar beroprasi pada skala IRS, yang dimana terdapat pengurungan slack movement untuk mencapai input target output target untuk memaksimalkan hasil atau mencapai target efisiensi. Penguranganya yaitu jumlah bibit 15,96 kg, pupuk kompos 577,177 kg, pupuk NPK 11,0 kg, pupuk ZA 14,76 kg, pestisida 0,67 liter, dan tenaga kerja 7,65 HOK. Kemudian petani responden di Desa Kunir perlu difokuskan pada pembinaan melalui peningkatan akses pelatihan untuk mendukung efisiensi teknis usahatani cabai merah. Faktor pendidikan dan keikutsertaan dalam kelompok tani berpengaruh positif, sendagkan pengalaman yang cenderung menurunkan efisiensi, perlunya diimbangi dengan penyuluhan inovasi budidaya yang lebih efisien
