| dc.description.abstract | Sektor hortikultura memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian nasional, terutama dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani di wilayah pedesaan. Salah satu komoditas hortikultura unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan prospek pengembangan yang menjanjikan adalah melon. Budidaya melon dikenal memiliki siklus tanam yang relatif singkat dan permintaan pasar yang stabil, baik di tingkat domestik maupun ekspor, sehingga menjadikannya sebagai alternatif usaha tani yang potensial bagi petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi budidaya melon terhadap pendapatan keluarga petani serta menganalisis pengaruh faktor-faktor sosial ekonomi terhadap tingkat pendapatan keluarga petani.
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Klotok, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban selama bulan maret hingga april 2025 dengan pendekatan kuantitatif metode studi kasus. Sampel sebanyak 38 orang petani dipilih dari populasi 60 petani menggunakan teknik Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, dan penyebaran kuesioner tertutup. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis pendapatan, analisis kelayakan usaha dengan R/C ratio, serta regresi linier berganda yang didukung oleh uji asumsi klasik dan uji statistik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya melon memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan keluarga petani, dengan rata-rata pendapatan bersih sebesar Rp 41.039.474 per musim tanam. Kontribusi terhadap total pendapatan keluarga petani mencapai 59,99%, dan nilai R/C ratio sebesar 3,00 menunjukkan bahwa usaha tani melon layak secara ekonomis. Hasil regresi linier berganda menunjukkan bahwa secara simultan variabel sosial ekonomi (luas lahan, modal usaha, pengalaman bertani, akses pasar, dan tenaga kerja keluarga) berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani. Secara parsial, variabel modal usaha berpengaruh signifikan, variabel luas lahan berpengaruh signifikan secara statistik, namun nilai signifikansi yang mendekati (0,05). Sedangkan tiga variabel lainnya, yaitu pengalaman bertani, akses pasar, dan tenaga kerja keluarga tidak menunjukan pengaruh signifikan secara parsial terhadap pendapatan petani melon. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,910 menunjukkan bahwa 89,6% pendapatan petani dapat dijelaskan oleh kelima variabel bebas dalam model.
Secara keseluruhan, budidaya melon terbukti memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan sebagai salah satu sumber pendapatan utama bagi petani. Oleh karena itu, diperlukan dukungan nyata dari pemerintah daerah dan instansi terkait melalui penyelenggaraan pelatihan budidaya berbasis teknologi, kemudahan akses terhadap permodalan, penyediaan sarana irigasi yang memadai, serta penguatan jaringan pasar. Dengan dukungan tersebut, budidaya melon diharapkan mampu memberikan kontribusi ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani di wilayah pedesaan. | en_US |