| dc.description.abstract | Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, kuesioner, studi pustaka, dan melibatkan 80 responden yang terdiri dari pihak internal (pemilik UMKM Mentari-Koe berjumlah 2 orang dan para karyawan berjumlah 22 orang) dan pihak eksternal (para konsumen berjumlah 56 orang). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan marketing mix 7P di UMKM Mentari-Koe cukup baik pada aspek produk dan pelayanan, dengan produk yang telah bersertifikat halal dan berkualitas baik. Namun, kelemahan masih ditemukan dalam hal variasi produk, strategi promosi digital, lokasi usaha yang kurang strategis, serta keterbatasan dalam kebijakan harga dan sistem pelayanan. Analisis strategi menggunakan matriks IFAS, EFAS, IE, SWOT, dan SPACE menunjukkan bahwa posisi usaha berada dalam kuadran agresif yang merekomendasikan strategi pertumbuhan.
Berdasarkan hasil analisis, strategi yang disarankan mencakup pengembangan produk (dengan menambah variasi rasa dan ukuran kemasan), diversifikasi produk (seperti tepung talas), memperkuat promosi digital melalui social media dan marketplace, memperbaiki tampilan kemasan, memperluas jaringan distribusi dan membuka gerai utama, serta membenahi sistem pelayanan dan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. Peneliti menyarankan agar UMKM Mentari-Koe tidak hanya fokus pada penguatan kualitas produk, tetapi juga lebih serius dalam mengembangkan strategi pemasaran jangka panjang yang profesional dan adaptif terhadap pasar digital. Keterlibatan generasi muda dengan kemampuan digital marketing serta partisipasi aktif dalam pelatihan dari lembaga terkait juga disarankan untuk mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan. | en_US |