Analisis Kelayakan Usaha Bibit Padi Siap Tanam Sebagai Prospek Bisnis Pertanian Di Kecamatan Gampengrejo
Abstract
Padi merupakan tanaman pangan yang paling besar dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Padi adalah makanan utama bagi mayoritas penduduk Indonesia. Permintaan beras sebagai salah satu sumber makanan pokok masyarakat Indonesia terus bertambah. Pertumbuhan permintaan beras disertai dengan pertumbuhan produksi padi di tingkat nasional. Kenaikan kebutuhan padi setiap tahun juga membuat permintaan akan bibit padi meningkat. Bibit memiliki peranan yang sangat krusial dalam pertanian, sehingga keadaan perbibitan mencerminkan kemajuan sektor pertanian di suatu negara. Penelitian bertujuan untuk menganalisis bagaimana kelayakan usaha dan mengidentifikasi prospek bisnis dalam bibit padi siap tanam di Kecamatan Gampengrejo.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri. Pemilihan lokasi untuk penelitian diambil secara sengaja (purposive sampling) dengan mempertimbangkan lokasi yang dekat dan mudah diakses. Penelitian ini menggunakan teknik sensus. Alasan menerapkan teknik sampling jenuh atau sensus adalah karena ukuran populasi tergolong kecil, yaitu kurang dari 30 orang, atau penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan generalisasi dengan kesalahan yang minimal. Walaupun memerlukan waktu lebih banyak untuk mengumpulkan data, teknik sampling jenuh atau sensus dapat mencapai akurasi data yang tinggi.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa R/C (Revenue Cost Ratio) diketahui dengan cara pembagian antara penerimaan dengan biaya total. Jika R/C >1, berarti usaha tersebut layak atau menguntungkan. Jika R/C berarti usaha tersebut tidak layak atau tidak menguntungkan. Tetapi, jika R/C =1, berarti usaha tersebut impas atau tidak untung dan tidak rugi. Pada penelitian ini penerimaan sebesar Rp. 174,000,000.00 dan biaya total yang dikeluarkan sebesar Rp. 105,870,458. Berdasarkan hasil analisis dapat dijelaskan bahwa nilai R/C Ratio didapatkan sebesar 1.64. Hal ini menunjukkan bahwa usaha yang dijalankan layak untuk diteruskan. Dan diketahui prospek penjualan pada usaha bibit padi siap tanam di Kecamatan Gampengrejo untuk periode 12 bulan terakhir terus meningkat sesuai dengan musim yang ada. Pada grafik yang memperlihatkan naik turun dikarenakan musim tanam padi yang tidak pasti karena dipengaruhi cuaca yang ada dan juga permintaan bibit padi yang disesuaikan kebutuhan. Dengan demikian prospek penjualan bibit padi siap tanam di Kecamatan Gampengrejo masih tetap meningkat akibat masih besarnya peluang yang dapat diraih oleh usaha tersebut dan tingginya permintaan oleh petani padi. Namun ke depan berbagai tantangan baru akan dihadapi oleh usaha ini, jadi mengharuskan para pelaku usaha harus memiliki inovasi yang tinggi dalam mengembangkan usaha bibit padi siap tanam.
Saran yang dapat dilakukan bagi petani harus lebih inovatif dalam usaha bibit padi siap tanam sehingga produktivitas tersebut masih bisa dikembangkan agar lebih meningkatkan produksi bibit padi siap tanam bersertifikat di Kecamatan Gampengrejo. Pemilik usaha perlu meningkatkan jaringan pemasaran dengan membangun hubungan yang baik dengan pembeli. Mengingat hasil penelitian ini masih jauh dari kata sempurna karena pertimbangan waktu dan keterbatasan peneliti sendiri sehingga tidak memungkinkan untuk meneliti banyak aspek maka diharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk dapat mengkaji peluang dan pengembangan usaha lainnya secara lebih luas dan mendalam sehingga menambah wawasan dan pengetahuan serta bermanfaat bagi peneliti-peneliti selanjutnya. Bagi pemerintah diharapkan dapat mengembangkan potensi dan memberikan pengarahan serta kepedulian terhadap petani bibit padi siap tanam.
