Analisis Strategi Pemasaran Dalam Meningkatkan Volume Penjualan pada UMKM Mou-Mou By Dhina Eka
Abstract
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Menurut Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, UMKM menyumbang sekitar 60% dari Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap lebih dari 97% tenaga kerja di Indonesia (Kementerian Koperasi dan UKM, 2021). Keberadaan UMKM tidak hanya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berperan dalam menciptakan lapangan kerja dan mengurangi angka pengangguran. Dalam konteks UMKM Mou-Mou By Dhina Eka, yang bergerak di bidang kuliner, memiliki potesi besar untuk berkontribusi lebih dalam perekonomian. Namun, meskipun memiliki produk berkualitas, banyak UMKM termasuk Mou-Mou By Dhina Eka, menghadapi tantangan dalam meningkatkan volume penjualan. Persaingan yang sangat ketat di pasar, baik dari UMKM lain maupun dari perusahaan besar, membuat strategi pemasaran yang efektif menjadi sangat penting. Fenomena ini menunjukkan bahwa tidak cukup hanya memiliki produk yang baik, strategi pemasaran yang tepat juga diperlukan untuk menarik perhatian konsumen dan meningkatkan penjualan. Dalam dunia bisnis pemasaran yang efektif adalah kunci untuk mencapai kesuksesan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Segmenting, Targeting, Positioning (STP) dan menganalisis strategi pemasaran dalam meningkatkan volume penjualan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (kuantitatif dan kualitatif) dengan analisis STP dan SWOT, data dikumpulkan melalui wawancara dan survei 50 responden yang akan diambil berdasarkan kriteria tertentu, yaitu berdomisili di wilayah Kabupaten Pasuruan dan pernah melakukan pembelian. Penentuan 50 responden ini didasarkan pada pertimbangan bahwa jumlah tersebut dianggap memadai dan praktis untuk penelitian ini. Dalam analisis STP, Mou-Mou By Dhina Eka menunjukkan segmentasi pasar yang luas, mencakup karakteristik demografis seperti usia <50 tahun (ibu rumah tangga), geografis di Kabupaten Pasuruan dan sekitarnya, psikografis pada kelas sosial menengah ke bawah dengan gaya hidup milenial yang menyukai inovasi, serta perilaku konsumen yang mencari produk untuk acara khusus seperti ulang tahun dan pernikahan. Target pasar utama mereka adalah konsumen di Kabupaten Pasuruan, khususnya ibu rumah tangga yang berusia <50 tahun, yang mencari produk praktis, terjangkau, dan menarik. Mou-Mou By Dhina Eka berhasil memposisikan dirinya sebagai penyedia kue berkualitas tinggi dengan desain unik, kekinian, dan dapat di-custom, serta harga yang terjangkau, menciptakan citra positif di benak konsumen dan membedakan produk mereka dari pesaing
Penerapan bauran pemasaran 4P oleh Mou-Mou By Dhina Eka juga dievaluasi. Dari segi Produk, mereka berhasil memenuhi kebutuhan pelanggan dengan variasi kue yang unik dan berkualitas, meskipun masih ada kekurangan dalam desain kemasan yang memengaruhi kepuasan. Harga produk dianggap kompetitif dan sesuai dengan nilai yang dirasakan pelanggan, dengan diskon dan promosi yang cukup efektif memengaruhi keputusan pembelian, sementara fluktuasi harga bahan baku memiliki pengaruh rendah pada harga jual. Dalam hal Tempat (Place), toko fisik mereka mudah diakses, namun distribusi ke platform online masih kurang optimal, meskipun konsumen menganggap perluasan ke platform online sangat penting. Terakhir, Promosi produk cukup jelas dalam menjelaskan manfaat, namun frekuensi promosi di media sosial masih rendah, meskipun promosi melalui media sosial efektif dalam meningkatkan kesadaran merek.
Analisis SWOT menunjukkan bahwa Mou-Mou By Dhina Eka memiliki kekuatan internal yang signifikan, seperti produk yang unik dan memenuhi kebutuhan pelanggan, harga kompetitif, memiliki offline store, dan promosi yang jelas. Namun, terdapat kelemahan seperti kurangnya desain kemasan yang optimal dan visibilitas merek di beberapa segmen pasar. Di sisi eksternal, peluang besar datang dari inovasi produk sesuai tren pasar terbaru, penawaran harga menarik untuk pelanggan baru, perluasan saluran distribusi online, dan peningkatan keterlibatan pelanggan melalui media sosial. Ancaman yang dihadapi meliputi persaingan produk sejenis yang ketat, fluktuasi harga bahan baku, perubahan persepsi pelanggan, dan kampanye pemasaran pesaing yang agresif. Berdasarkan hasil analisis ini, Mou-Mou By Dhina Eka berada pada Kuadran 1 SWOT, menunjukkan posisi yang sangat menguntungkan untuk pertumbuhan agresif. Oleh karena itu, strategi yang paling disarankan adalah Strategi SO (Strengths-Opportunities), yaitu memanfaatkan kekuatan internal untuk meraih peluang eksternal secara maksimal, seperti inovasi produk berdasarkan keunikan, promosi menarik untuk menjangkau pelanggan baru, ekspansi saluran distribusi online, dan peningkatan keterlibatan pelanggan melalui media sosial.
Saran untuk penelitian lanjutan, yang mencakup fokus pada eksplorasi penggunaan digital marketing, studi perbandingan antara UMKM yang berhasil dan yang tidak, serta analisis perilaku konsumen untuk memahami preferensi dan motivasi pembelian mereka. Dari sisi kebijakan praktis, penting untuk meningkatkan pelatihan bagi sumber daya manusia (SDM) di UMKM melalui workshop tentang pemasaran digital dan manajemen usaha, serta memberikan dukungan dari pemerintah dalam bentuk subsidi untuk membantu UMKM mengadopsi teknologi digital. Selain itu, kolaborasi antar UMKM untuk melakukan promosi bersama dapat mengurangi biaya pemasaran dan meningkatkan visibilitas produk. Dalam hal perbaikan metode, penelitian selanjutnya sebaiknya menggunakan metode pengumpulan data yang lebih luas, seperti survei online dan wawancara mendalam, serta mengintegrasikan analisis kuantitatif untuk mengukur dampak dari strategi pemasaran yang diterapkan. Untuk menutupi kelemahan penelitian, peluang tindak lanjut dapat difokuskan pada pengembangan sistem pengiriman untuk meningkatkan aksesibilitas produk, inovasi varian produk yang lebih tahan lama, dan penerapan strategi pemasaran yang fleksibel untuk menyesuaikan dengan perubahan kondisi pasar.
