Miskonsepsi Peserta Didik dalam Penyelesaian Masalah Matematika pada Materi Pertidaksamaan Kuadrat Kelas X di Madrasah Aliyah Hasan Jufri
Abstract
Peserta didik sering menghadapi berbagai miskonsepsi dalam pembelajaran matematika, yang dapat memengaruhi pemahaman mereka terhadap konsep-konsep dasar maupun lanjutan. Miskonsepsi ini merupakan salah satu hambatan utama dalam proses pembelajaran, karena dapat menurunkan kemampuan peserta didik untuk menerapkan konsep-konsep matematika secara benar dan efektif. Beberapa faktor utama yang menjadi penyebab munculnya miskonsepsi ini mencakup aspek-aspek berikut. Pertama, keterbatasan kognitif dan motivasi belajar sering kali menjadi faktor yang signifikan. Peserta didik menghadapi tantangan dalam memahami notasi, melakukan generalisasi, serta menerapkan aturan matematika akibat keterbatasan kemampuan kognitif mereka. Kedua, kesalahan konseptual juga menjadi salah satu sumber utama miskonsepsi. Kesalahan ini biasanya berasal dari struktur kognitif peserta didik yang tidak sepenuhnya memahami konsep dasar, seperti aljabar atau operasi matematika, sehingga mereka cenderung membuat generalisasi yang keliru atau menerapkan konsep secara salah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian yaitu 6 peserta didik kelas X di MA Hasan Jufri yang dipilih berdasarkan hasil tes diagnostik dengan nilai di bawah nilai 75. Teknik pengumpulan data meliputi tes diagnostik dan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan strategi pemecahan masalah SOLVE (Study the Problem, Organize the Facts, Line Up a Plan, Verify the Plan with Action, Examine the Results).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik mengalami berbagai bentuk miskonsepsi, antara lain: yakin terhadap jawaban yang keliru, kesulitan dalam menerapkan konsep, ketidakkonsistenan dalam memahami konsep, menghafal tanpa memahami, kesulitan membaca representasi, mencampuradukkan dua konsep serupa, dan kurangnya kesadaran metakognitif terhadap kesalahan sendiri. Faktor penyebab miskonsepsi meliputi keterbatasan kognitif, metode pengajaran yang kurang efektif, serta rendahnya motivasi belajar.
