Show simple item record

dc.contributor.authorMaulida, Alfiana
dc.date.accessioned2026-02-04T01:59:14Z
dc.date.available2026-02-04T01:59:14Z
dc.date.issued2025-07-21
dc.identifier.urihttp://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13044
dc.description.abstractPeserta didik sering menghadapi berbagai miskonsepsi dalam pembelajaran matematika, yang dapat memengaruhi pemahaman mereka terhadap konsep-konsep dasar maupun lanjutan. Miskonsepsi ini merupakan salah satu hambatan utama dalam proses pembelajaran, karena dapat menurunkan kemampuan peserta didik untuk menerapkan konsep-konsep matematika secara benar dan efektif. Beberapa faktor utama yang menjadi penyebab munculnya miskonsepsi ini mencakup aspek-aspek berikut. Pertama, keterbatasan kognitif dan motivasi belajar sering kali menjadi faktor yang signifikan. Peserta didik menghadapi tantangan dalam memahami notasi, melakukan generalisasi, serta menerapkan aturan matematika akibat keterbatasan kemampuan kognitif mereka. Kedua, kesalahan konseptual juga menjadi salah satu sumber utama miskonsepsi. Kesalahan ini biasanya berasal dari struktur kognitif peserta didik yang tidak sepenuhnya memahami konsep dasar, seperti aljabar atau operasi matematika, sehingga mereka cenderung membuat generalisasi yang keliru atau menerapkan konsep secara salah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian yaitu 6 peserta didik kelas X di MA Hasan Jufri yang dipilih berdasarkan hasil tes diagnostik dengan nilai di bawah nilai 75. Teknik pengumpulan data meliputi tes diagnostik dan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan strategi pemecahan masalah SOLVE (Study the Problem, Organize the Facts, Line Up a Plan, Verify the Plan with Action, Examine the Results). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik mengalami berbagai bentuk miskonsepsi, antara lain: yakin terhadap jawaban yang keliru, kesulitan dalam menerapkan konsep, ketidakkonsistenan dalam memahami konsep, menghafal tanpa memahami, kesulitan membaca representasi, mencampuradukkan dua konsep serupa, dan kurangnya kesadaran metakognitif terhadap kesalahan sendiri. Faktor penyebab miskonsepsi meliputi keterbatasan kognitif, metode pengajaran yang kurang efektif, serta rendahnya motivasi belajar.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Malangen_US
dc.subjectMiskonsepsien_US
dc.subjectPertidaksamaan Kuadraten_US
dc.subjectPenyelesaian Masalahen_US
dc.subjectStrategi SOLVEen_US
dc.subjectPemahaman Konsep Matematikaen_US
dc.titleMiskonsepsi Peserta Didik dalam Penyelesaian Masalah Matematika pada Materi Pertidaksamaan Kuadrat Kelas X di Madrasah Aliyah Hasan Jufrien_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record


PRISMA Knowledge Center
Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Islam Malang
Telp: 0341-581613, Fax.: 0341-552249
Jln. MT. Haryono 193, Kota Malang