| dc.description.abstract | Kelapa sawit merupakan tanaman perkebunan penghasil minyak nabati terbesar di Indonesia, dengan luas areal 15,93 juta hektar dan produksi CPO mencapai 47,08 juta ton pada tahun 2023. Meskipun ekspor minyak sawit mengalami penurunan dari tahun 2019 hingga 2022, volume ekspor kembali meningkat pada tahun 2023 setelah penurunan terbesar terjadi pada tahun 2020, di mana ekspor mencapai 27,63 juta ton, turun 8,55 persen dibandingkan tahun 2019.
Pengembangan perkebunan kelapa sawit memerlukan ketersediaan bibit berkualitas dan media tanam yang mendukung pertumbuhan. Pada tahap pembibitan utama, pemupukan menjadi sangat penting, karena kelapa sawit membutuhkan unsur hara makro dan mikro untuk tumbuh dengan optimal. Pupuk nano yang terdiri dari nanokompos dan nanopartikel seperti ZnO dan SiO2, dapat meningkatkan penyerapan nutrisi dan mendukung pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh pemberian nanokompos dan nanopartikel terhadap pertumbuhan kelapa sawit pada tahap awal pembibitan.
Penelitian ini dilaksanakan di greenhouse di Dusun Tebelo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, pada ketinggian 540 mdpl, mulai bulan Juli 2024-Januari 2025. Analisis hasil tanaman sawit dilakukan di Lab Terpadu Fakultas Pertanian (Unisma). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana yang terdiri dari 6 perlakuan dengan 3 kali ulangan, di mana setiap ulangan memiliki 3 sampel tanaman dan jumlah keseluruhan sampel tanaman adalah 54. Sampel perlakuan diacak menggunakan undian dalam setiap kelompok. Penelitian ini menggunakan perlakuan nano kompos dan nano partikel ZnO dan SiO2 sebagai berikut: P0 (Kontrol), P1 (100% NPK (2,5 g/pot)), P2 (Nanokompos 1.000 ppm + 50% NPK), P3 (Nanokompos 500 ppm + ZnO 100 ppm + SiO2 50 ppm + 50% NPK), P4 (Nanokompos 1.000 ppm + ZnO 200 ppm + SiO2 100 ppm + 50% NPK), P5 (Nanokompos 1.500 ppm + ZnO 300 ppm + SiO2 150 ppm + 50% NPK). Parameter yang di amati yaitu: tinggi tanaman (cm), jumlah pelepah daun (helaian), luas pelepah daun (cm²), diameter batang, volume akar (cm³), panjang akar primer (cm), bobot segar total tanaman dan bobot kering total tanaman, bobot segar akar dan bobot kering akar, kandungan klorofil (spad). Untuk mengertahui pengaruh perlakuan dilakukan uji analisis ragam dan uji BNJ 5% (ANOVA).
Hasil penelitian menunjukkan aplikasi nano kompos dan nano partikel Zno dan SiO2 berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan sawit pada tahap pembibitan utama (main nursery) dimana perlakuan terbaik adalah dan P4 (Nanokompos 1.000 ppm + ZnO 200 ppm + SiO2 100 ppm + 50% NPK). | en_US |