Analisis Perbandingan Profitabilitas, Kualitas Aset, Dan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Pada Perbankan Indonesia Sebelum Dan Sesudah Implementasi Ifrs 9 (Periode 2018-2021)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan profitabilitas, kualitas aset, serta cadangan kerugian penurunan nilai berbasis expected credit loss (CKPN/ECL) sebelum dan sesudah penerapan IFRS 9 dibandingkan dengan standar sebelumnya, yaitu IAS 39, pada institusi perbankan di Indonesia. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada perubahan dalam pengakuan kerugian kredit, khususnya peralihan dari model incurred loss ke model expected credit loss (ECL), yang berpotensi memengaruhi tingkat profitabilitas bank, kualitas aset, serta kebijakan manajemen risiko kredit. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis statistik deskriptif, uji normalitas, dan uji paired sample t-test. Sampel penelitian terdiri dari bank umum yang tergolong dalam kelompok BUKU III dan BUKU IV serta terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2018–2021. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada Return on Assets (ROA), Non-Performing Loans (NPL), serta rasio cadangan kerugian penurunan nilai berbasis expected credit loss (CKPN/ECL) sebelum dan sesudah penerapan IFRS 9. Profitabilitas bank cenderung mengalami penyesuaian akibat peningkatan pembentukan cadangan kerugian kredit, sementara kualitas aset mencerminkan perubahan yang dipengaruhi oleh pendekatan penilaian risiko kredit yang lebih berorientasi ke masa depan. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan IFRS 9 secara signifikan meningkatkan transparansi, prinsip kehati-hatian, dan akurasi pelaporan kinerja keuangan di sektor perbankan. Oleh karena itu, implementasi IFRS 9 memiliki implikasi penting bagi manajemen bank, regulator, dan investor dalam menilai profitabilitas serta risiko kredit perbankan di Indonesia.
Keywords: IFRS 9, Profitability, Return on Assets, Non-Performing Loan, Expected Credit Loss, Bank.
