Pendidikan Moral Berbasis Budaya Sekolah (Studi Deskriptif Di Mi Khadijah Malang)
Abstract
Kemerosotan moral yang terus mengalami perkembangan pada generasi bangsa lebih khusus dari kalangan pelajar yang ditunjukkan melalui aksi, buliyying, tawuran, dan penyimpangan penggunaan medsos yang mengganggu kestabilan Negara. Permasalahan ini menjadi upaya bagi lembaga sekolah sebagai wadah pembentuk moral peserta didik melalui penyediaan fasilitas mengajar yang berkualitas melalui perencanaan dan strategi yang tepat. Lembaga MI Khadijah Malang sebagai salah lembaga Pendidikan formal yang terus berupaya meningkatkan Pendidikan moral dengan menerapkan Kebijakan full day school yang ditunjukkan melalui banyaknya program kegiatan akademik maupun non akademik terutama berbagai program pembiasaan sebagai uupaya menciptakan peserta didik untuk memiliki keilmuan dan akhlak mulia yang bermanfaat untuk bangsa dan negara. Oleh sebab itu Lembaga MI khadiah sebagai lembaga yang berupaya meningkakan Pendidikan moral melalui budaya sekolah
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang bentuk –bentuk budaya sekolah yang dapat mendukung pendidikan moral dan pelaksanaan bentuk-bentuk pendidikan moral, sera mendeskriskan faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan pendidikan moral berbasis budaya sekolah MI Khadijah.
Untuk mencapai tujuan tersebut penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Adapun sumber data terbagi atas dua meliputi sumber primer yaitu peserta didik, guru, wakamad kesisiwaan dan guru BK, sedangkan sumber skunder meliputi data-data jumlah kegiatan yang mendukung sumber primer seperti dokumen, arsip, dan data-data lainnya yang mempunyai kaitan erat dengan kajian penelitian. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi sedangkan teknik analisi data menggunakan langkah-langkah kondensasi data (data kondensation), Penyajikan data (data desplay), sera penarikan kesimpulan dan vertivikasi. Untuk pengecakan keabsahan menggunakan triangulasi.
Berdasarkan metode yang dilakukan peneliti maka di peroleh hasil bahwa MI Khadijah memiliki berbagai bentuk Program Pendidikan moral berbasis budaya sekolah, baik yang terjadwal seperti kegiatan keagamaan (ngaji pagi, shalat dhuha dan shalat wajib dan Al-Hikmah) dan non-keagamaan (Upacara bendera, Jum’at bersih, dan ekstrakurikuler), selanjutnya Adapun kegiatan tidak terjadwal meliputi pembiasaan yang dilakukan secara spontan dengan cara menasehati dan mencontohkan perilaku baik dalam menghormati guru, sesama siswa dan menjaga lingkungan. melalui nasehat dan contoh langsung dari guru-guru di sekolah.
Keberhasilan ini didukung oleh sarana prasarana yang lengkap seperti masjid dan ruang kelas yang dilengkapi peralatan penunjang, guru yang profesional, dan buku Kobindri (buku kedisplinan siswa). Namun, walaupun demikian masih ada tantangan yang perlu diatasi, seperti kurangnya kesadaran peserta didik disebabkan kurang dalam memahami nilai-nilai moral dan kurangnya dukungan lingkungan keluarga sehingga menghambat perkembangan sikap peserta didik dalam pelaksanaan pendidikan moral berbasis budaya sekolah.
