Peran Orang Tua Dalam Memotivasi Belajar Siswa Kelas 4 Di Sd Negeri 6 Kalipare Kabupaten Malang
Abstract
Motivasi belajar merupakan salah satu unsur yang penting untuk mencapai keberhasilan dalam proses pembelajaran. Dalam hal ini motivasi dijadikan sebagai alat untuk menstimulus belajar siswa agar mencapai hasil yang maksimal. Diantara yang memiliki peran besar dalam memotivasi belajar siswa yaitu orang tua. Peran orang tua berada pada posisi yang krusial dalam membentuk semangat belajar anak, tetapi pada realitasnya keterlibatan orang tua masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari kurangnya pendampingan saat anak belajar di rumah akibat kesibukan orang tua. Dari observasi awal yang telah dilakukan ditemukan bahwa sebagian siswa kurang termotivasi dalam melaksanakan pembelajaran yang dapat dilihat dari rendahnya partisipasi dalam mengerjakan tugas serta kurangnya perhatian saat pembelajaran berlangsung.
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis kondisi motivasi belajar siswa kelas 4 di SD Negeri 6 Kalipare, 2) peran orang tua siswa dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa kelas 4 di SD Negeri 6 Kalipare, 3) faktor pendukung dan penghambar orang tua dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas 4 di SD Negeri 6 Kalipare.
Penelitian ini merupakan studi kualitatif yang mengadopsi pendekatan study kasus, dilaksanakan di SD Negeri 06 Kalipare. Pengumpulan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang masalah yang diteliti.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kondisi motivasi belajar siswa menunjukkan hasil yang masih kurang karena siswa mengabaikan penjelasan guru, lalai dalam mengerjakan tugas dan belum banyak menguasai kosa kata dalam bahasa indonesia. Hal ini disebabkan karena kurangnya pendampingan yang dilakukan oleh orang tua pada saat anak berada di rumah dalam membangun semangat belajar. Seperti yang dijelaskan oleh Maslow dalam teori hirarki kebutuhan, untuk mencapai fase pengembangan potensi diri dalam mengembangkan bakat dan minat dibutuhkan pemenuhan kebutuhan dasarnya terlebih dahulu yang tersusun secara hirarki membentuk piramida yang mengerucut secara vertikal. Dalam hal ini kebutuhan untuk mendapatkan pendampingan oleh orang tua menjadi hal mendasar yang harus terpenuhi sebelum membentuk kesadaran siswa dalam belajar ketika di sekolah ; 2) peran yang dilakukan oleh orang tua dalam memberikan motivasi diantaranya memberi program belajar pada waktu khusus, memberi reward ketika anak mendapatkan nilai yang bagus, membangun komunikasi yang baik, menciptakan suasana belajar yang mendukung anak untuk belajar dan mengevaluasi kembali pelajaran anak pada hari itu; 3) faktor pendukung yang diberikan oleh orang tua dapat
disimpulkan yaitu berusaha memberikan fasilitas belajar terhadap anak sebagai penunjang belajar. Tetapi hambatan yang ditemukan dari hasil penelitian terdapat pada keterbatasan waktu orang tua dalam mendampingi belajar anak karena tuntutan pekerjaan sehingga dalam beberapa kondisi, anak tidak dalam pengawasan orang tua terutama dalam menggunakan gadget. Dampaknya yaitu anak bermain game tanpa mengenal waktu dan menjadi kecanduan game atau sosial media sehingga pada akhirnya tidak ada kesadaran dalam belajar.
