Hubungan Intensitas Pemberian Hadiah (Reward) Terhadap Kedisiplinan Anak Usia 5-6 Tahun
Abstract
Pemberian reward pada anak usia dini berfungsi sebagai sarana untuk mendorong perilaku positif sekaligus mendukung perkembangan emosional dan sosial. Reward yang diberikan, baik secara verbal maupun non-verbal, menjadi bentuk penguatan yang mampu meningkatkan motivasi belajar dan semangat anak dalam beraktivitas secara menyenangkan.
Dari latar belakang penelitan di atas maka peneliti merumuskan masalah, yakni mendeskripsikan intensitas pemberian hadiah (reward) terhadap anak usia 5-6 tahun, mendeskripsikan kedisiplinan anak usia 5-6 tahun, dan mendeskripsikan hubungan intensitas pemberian (reward) terhadap kedisiplinan anak usia 5-6 tahun.
Untuk mencapai tujuan tersebut penelitian dilakukan dengan pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi, dimana variabel independent yang digunakan adalah intensitas pemberian hadiah (reward) dan variabel dependent adalah kedisiplinan anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini dilakukan RA Wisma Ilmu dengan jumlah populasi 38 wali murid dan TA Baiturrohman dengan jumlah populasi 15 wali murid yang dijadikan sampel karena populasi tersebut kurang dari 100 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan skala likert dengan teknik pengumpulan data yaitu kuesioner dan dokumentasi.
Berdasarkan hasil penelitian anatar variable intensitas pemeberian hadiah (reward) dan kedisiplinan menunjukan bahwa (1) intensitas pemberian hadiah (reward) yang paling sering dipakai dengan indikator senyuman. (2) data keseluruhan kedisiplinan pada anak usia 5-6 tahun yaitu sebesar 3,13. (3) Tidak ada hubungan intensitas pemberian hadia (reward) terhadap kedisiplinan pada anak usia 5-6 tahun
