Implementasi Pembelajaran Aqidah Akhlak Dalam Pembentukan Karakter Religius Peserta Didik Di Mts Wahid Hasyim 02 Dau Malang
Abstract
Pembelajaran merupakan proses interaksi siswa dengan guru. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan oleh guru melalui pengetahuan yang mereka berikan kepada siswa. Pembelajaran juga terkait erat dengan kegiatan usaha yang sistematis dan terukur yang dilakukan untuk memungkinkan interaksi antara guru ke siswa. Belajar adalah proses yang ditandai dengan perubahan tingkah laku siswa untuk mencapai perubahan yang lebih baik. Perubahan ini dapat ditunjukkan dalam berbagai cara, seperti menambah pengetahuan, pemahaman, sikap, dan tingkah laku, serta elemen lain yang berkaitan dengan individu.
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi pembelajaran Aqidah Akhlak dalam pembentukan karakter religius peserta didik yang mencakup bagaimana pembelajaran Aqidah Akhlak digunakan, bagaimana guru menggunakan pendekatan untuk membentuk karakter religius siswa, dan bagaimana pembelajaran di luar kelas mendukung pembentukan karakter religius siswa di MTs Wahid Hasyim 02 Dau.
Untuk mencapai tujuan diatas peneliti ini dilakukan dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, yaitu pengamatan yang merupakan aktivitas peneliti yang dilakukan secara otomatis, metode wawancara, yaitu metode tanya jawab dengan sumber penelitian, dan metode dokumentasi, yaitu mencari data yang mengenai hal-hal berupa gambar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran Aqidah Akhlak bersifat fleksibel dan bervariasi meliputi ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, kolaborasi, pendekatan personal, keteladanan (uswah), dan metode kisah. Guru diberikan kebebasan untuk menyesuaikan metode dengan karakteristik dan kebutuhan siswa, sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna. Strategi pembentukan karakter religius dilakukan melalui pembiasaan berdoa, membaca amalan harian, keterlibatan aktif dalam kegiatan keagamaan, serta kerja sama antara guru, orang tua, dan pihak madrasah. Pembiasaan kegiatan di luar kelas, seperti shalat dhuha berjamaah, tadarus Al-Qur’an, dan program BTAQ (Baca Tulis Al-Qur’an), terbukti efektif dalam menginternalisasi nilai-nilai keislaman ke dalam perilaku sehari-hari siswa.
Penelitian ini menegaskan bahwa memasukkan nilai-nilai Islam dan praktik pembelajaran yang konsisten sangat penting untuk membentuk karakter religius yang kuat pada siswa serta pengembangan kerja sama yang lebih erat antara sekolah dan keluarga untuk mendukung sepenuhnya dalam pembentukan karakter religius peserta didik.
