Pengaruh Model Pembelajaran Treffinger Berbantuan Gimkit terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas X pada Materi Statistika Ditinjau dari Adversity Quotient
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas X khususnya pada materi statistika. Rendahnya kemampuan ini disebabkan oleh siswa yang terlalu fokus pada prosedur rutin dalam menyelesaikan soal tanpa mempertanyakan atau mengkaji ulang konsep yang digunakan sehingga siswa bingung ketika menyelesaikan sebuah soal dengan pola dan angka yang berbeda dari soal-soal yang pernah dijelaskan. Dalam menghadapi suatu masalah atau kesulitan, setiap siswa juga memiliki respon yang berbeda yang dikenal dengan Adversity Quotient (AQ). Situasi ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran belum dirancang secara maksimal untuk menstimulus kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah matematis siswa. Di sisi lain, perkembangan teknologi pada era saat ini telah membawa pengaruh proses pengembangan media pembelajaran. Interaksi antara teknologi dan model pembelajaran dapat menciptakan pembelajaran yang menarik dan inovatif. Berdasarkan hal tersebut, penerapan model pembelajaran Treffinger berbantuan Gimkit dipilih sebagai alternatif solusi untuk melihat pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah matematis siswa khususnya pada materi statistika dengan memperhatikan perbedaan respon siswa berdasarkan Adversity Quotient (AQ).
Tujuan penelitian ini yaitu: (1) Untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran Treffinger berbantuan Gimkit dengan siswa yang tidak diajarkan menggunakan model pembelajaran Treffinger berbantuan Gimkit pada materi statistika jika ditinjau dari Adversity Quotient. (2) Untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran Treffinger berbantuan Gimkit dengan siswa yang tidak diajarkan menggunakan model pembelajaran Treffinger berbantuan Gimkit pada materi statistika jika ditinjau dari Adversity Quotient.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitaif dengan desain factorial eksperimental. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMAN 1 Sumberpucung tahun ajaran 2024/2025. Sedangkan sampel terdiri atas dua kelas (setiap kelas terdiri dari 35 siswa) yang dipilih dengan teknik convience sampling diperoleh kelas X-8 sebagai kelas eksperimen dan kelas X-5 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen diberi perlakuan berupa model pembelajaran Treffinger berbantuan Gimkit, sementara kelas kontrol menggunakan model pembelajaran Discovery Learning. Instrumen penelitian berupa soal pretest dan posttest yang berisi empat soal uraian untuk mengukur kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah matematis, serta angket Adversity Quotient. Teknik analisis data meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan One Way ANOVA dengan bantuan SPSS 27.
Berdasarkan hasil penelitain, diperoleh: (1) Pada kemampuan berpikir kritis, perbedaan terlihat pada kategori Quitter dengan nilai Sig=0,021≤0,05, Camper dengan nilai Sig=0,000≤0,05, dan Climber dengan nilai Sig=0,027≤0,05. Sehingga H1 diterima dan H0 ditolak. (2) Pada kemampuan pemecahan masalah matematis, perbedaan terlihat pada kategori Camper dengan nilai Sig=0,000≤0,05 dan Climber dengan nilai Sig=0,025≤0,05, sedangkan kategori Quitter tidak menunjukkan perbedaan yang terlihat pada nilai Sig=0,059≤0,05. Sehingga H1 diterima dan H0 ditolak. Hal tersebut menunjukkan terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mengindikasikan terdapat pengaruh positif model pembelajaran Treffinger berbantuan gimkit terhadap kemampuan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas X SMAN 1 Sumberpucung Tahun Ajaran 2024/2025 pada materi statistika ditinjau dari Adversity Quotient (AQ).
