| dc.description.abstract | Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden. Data dianalis menggunakan metode SmartPLS untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja, beban kerja dan dukungan organisasi terhadap worklife balance dengan peran gender sebagai variabel moderasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial; lingkungan kerja berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap Work-life Balance. Variabel beban kerja memiliki pengaruh positif dan sinifikan terhadap work-life balance. Dukungan organisasi juga menunjukkan signifikansi. Temuan ini menunjukkan bahwa hipotesis kedua dan ketiga diterima, dimana beban kerja yang terkelola dengan baik serta dukungan organisasi yang memadai mampu membantu karyawan menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Sementara itu, variabel peran gender secara parsial tidak memiliki pengaruh langsung terhadap work-life balance. Secara simultan hasil uji F menunjukkan bahwa lingkungan kerja, beban kerja dan dukungan organisasi terhadap work-life balance dengan peran gender sebagai variabel moderasi berpengaruh positif tetapi tidak signifikan.
Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa perubahan peran gender dalam dunia kerja modern khususnya dalam studi ini tidak secara langsung mempengaruhi keseimbangan kehidupan karyawan. Selain itu, masa kerja memiliki potensi sebagai Variabel moderator Khususnya bagi karyawan dengan pengalaman kerja lebih lama, meskipun pengaruh nya belum cukup kuat. Secara umum, karyawan mampu menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi cenderung menunjukkan kinerja lebih baik, terlepas dari perbedaan gender.
Kata kunci: lingkungan kerja, beban kerja, dukungan organisasi, worklife
balance peran gender, Dunia kerja | en_US |