Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Kurikulum Merdeka Di Kelas 5 Sd Negeri 7 Lawang Kabupaten Malang
Abstract
Pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SD Negeri 7 Lawang dilakukan melalui pendekatan pembelajaran berdiferensiasi guna mencetak generasi berkualitas. Maka dari itu, guru kelas berperan penting dalam menciptakan suasana belajar yang aktif dan responsif terhadap kebutuhan siswa. Dalam implementasi pembelajaran berdiferensiasi, guru berperan sebagai fasilitator yang menyesuaikan pendekatan pembelajaran dengan kebutuhan siswa agar mereka dapat mengembangkan keterampilan yang relevan. Keterlibatan aktif guru dalam pembelajaran berdiferensiasi penting untuk menyesuaikan dengan karakter siswa agar pembelajaran lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menegetahui implementasi pembelajaran berdiferensiasi di kelas 5.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Peneliti mengumpulkan data langsung di lokasi yang ditentukan, dengan fokus pada implementasi pembelajaran berdiferensiasi di kelas 5 melalui observasi non-partisipatif, wawancara yang dilakukan kepada kepala sekolah, guru kelas 5 dan siswa kelas 5, dan dokumentasi. Untuk menjaga validitas data, digunakan teknik triangulasi sumber membandingkan data dari kepala sekolah, guru, dan siswa serta triangulasi teknik membandingkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui empat tahap, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara interaktif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran berdiferensiasi dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti perbedaan gaya mengajar guru, keberagaman karakter siswa, keterbatasan sarana dan prasarana, serta rendahnya fokus dan partisipasi siswa. Untuk mengatasi hal tersebut, guru menerapkan berbagai solusi, antara lain modifikasi aktivitas pembelajaran, penggunaan media yang menarik, variasi metode mengajar, pemberian motivasi, serta peningkatan kompetensi melalui pelatihan.
Dalam konteks ini, peran guru sangat penting, yaitu mendorong kemandirian dan partisipasi aktif siswa, membiasakan siswa untuk belajar mandiri dan bertanggung jawab, menciptakan lingkungan belajar yang mendukung keragaman, serta memfasilitasi perbedaan keragaman siswa sesuai dengan kebutuhan mereka.
