Peran Guru Kelas Sebagai Fasilitator Belajar Aktif Di Kelas Iii Mi Al Ma’Arif 07 Singosari Malang
Abstract
Dalam usaha mencetak generasi yang berkualitas MI Al Ma’arif 07 Singosari Malang berusaha untuk menciptakan pembelajaran aktif, guru kelas memiliki peranan penting untuk mengendalikan kelas, namun pada praktiknya, penerapan pembelajaran aktif di kelas terhambat oleh berbagai faktor, salah satunya ialah homogenis guru. Guru memegang peranan sentral bukan sebagai pengajar saja, tetapi juga sebagai pembimbing yang mampu memotivasi siswa untuk berkembang, berpikir kritis, dan memiliki keterampilan masa depan. keterlibatan aktif guru dalam proses pembelajaran menjadi kunci untuk menciptakan siswa-siswi yang cerdas secara akademis saja, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan kemampuan sosial yang baik. Penelitian ini berfokus untuk mengidentifikasi masalah, menganalisis solusi serta mendeskripsikan peran guru kelas sebagai fasilitator.
Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Dalam pelaksanaan penelitian, peneliti langsung menuju lokasi yang telah ditentukan untuk mengumpulkan data, khususnya informasi mengenai peran guru dalam menciptakan pembelajaran aktif di kelas III MI Alma’arif 07 Singosari, Malang. Peneliti perlu terlibat langsung di lapangan untuk mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pendekatan ini dianggap sebagai metode yang paling efektif untuk memastikan validitas temuan penelitian. analisis data melibatkan empat tahap utama, yaitu pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Tahapan ini dilakukan secara interaktif dan berulang untuk memastikan validitas temuan dalam penelitian kualitatif.
Peneliti mendapatkan beberapa temuan terkait peran guru kelas sebagai fasilitator dalam pembelajaran aktif di kelas III MI Al Ma’Arif 07 Singosari Malang, yang disajikan dalam tabel berikut: 1) Masalah yang dihadapi guru sebagai fasilitator belajar aktif diantaranya a. Perbedaan cara mengajar guru dan Kreativitas guru b. Keberagaman latar belakang siswa c. Keterbatasan sarana dan prasarana d. Kurangnya fokus dan partisipasi siswa dalam pembelajaran. 2) Solusi guru diantaranya a. Variasi metode dan modifikasi kegiatan pembelajaran b. Penggunaan media pembelajaran menarik c. Pemberian reward dan pujian d. Mengikuti kegiatan pelatihan. 3) Peran guru sebagai fasilitator diantaranya a. Mendorong kemandirian dan partisipasi siswa b. Membiasakan siswa belajar mandiri c. Menciptakan lingkungan belajar yang mendukung d. Memfasilitasi perbedaan keragaman siswa sesuai kebutuhan.
