Strategi Guru Dalam Memperkuat Hafalan Al-Qur’An Kelas Tahfidz Mis Miftahul Huda Jabung Malang
Abstract
Hafalan Al-Qur’an merupakan bagian penting dalam pendidikan Islam yang bertujuan tidak hanya melestarikan keaslian wahyu, tetapi juga membentuk karakter dan kepribadian peserta didik. Namun, dalam praktiknya, proses menghafal sering menemui tantangan, terutama di jenjang madrasah ibtidaiyah, seperti keterbatasan daya ingat, kurangnya konsentrasi, serta usia peserta didik yang masih dini. Kondisi ini juga terjadi di MIS Miftahul Huda Jabung Malang, khususnya pada kelas Tahfidz, di mana sebagian peserta didik mengalami kesulitan dalam memperkuat hafalan Al-Qur’an mereka.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi yang diterapkan guru dalam memperkuat hafalan Al-Qur’an pada peserta didik kelas Tahfidz. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kualitatif jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru Tahfidz, peserta didik kelas 1 dan 2, serta koordinator program Miftada Class Program (MCP) di madrasah tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan empat strategi utama dalam memperkuat hafalan peserta didik, yaitu: (1) strategi pemanfaatan media digital berupa pemutaran video murotal Al-Qur’an setiap pagi sebagai penguatan pendengaran dan visualisasi ayat, (2) strategi pengulangan terstruktur (wahdah dan talqin) guna memperkuat hafalan peserta didik, (3) strategi sambung ayat dan muraja’ah estafet untuk meningkatkan keterkaitan ayat dan penguatan hafalan secara berkelompok, serta (4) strategi tidur siang yang dijadwalkan guna mengembalikan energi dan meningkatkan konsentrasi peserta didik di sesi hafalan sore hari. Keempat strategi tersebut terbukti efektif dalam meningkatkan kelancaran hafalan dan motivasi belajar peserta didik.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa strategi guru yang adaptif, kreatif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik sangat berperan penting dalam keberhasilan program Tahfidz. Strategi yang diterapkan tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga mempertimbangkan kondisi psikologis dan fisiologis anak. Penelitian ini merekomendasikan agar sekolah dan guru terus mengembangkan inovasi dalam metode pembelajaran Tahfidz, serta melibatkan peran orang tua untuk menciptakan sinergi yang mendukung keberhasilan hafalan Al-Qur’an peserta didik secara berkelanjutan.
