Implementasi Pembelajaran Berbasis e-Learning Madrasah Dalam Membentuk Kemandirian Belajar Siswa Jenjang Kelas Atas Di MIN 1 Kota Malang
Abstract
Dalam menghadapi tuntutan abad ke-21, pengembangan kemandirian belajar menjadi fokus penting di berbagai jenjang pendidikan. Pemanfaatan e-learning hadir sebagai inovasi pembelajaran yang tidak hanya memudahkan akses materi, tetapi juga mendorong siswa untuk lebih mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab terhadap proses belajarnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran berbasis e-learning madrasah dalam membentuk kemandirian belajar siswa kelas atas di MIN 1 Kota Malang. Kemandirian belajar merupakan kompetensi penting abad ke-21 yang mencakup kemampuan mengelola waktu, mengatur diri, serta bertanggung jawab terhadap proses dan hasil belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, yang melibatkan kepala madrasah, guru kelas IV dan V, tim e-learning, serta siswa kelas IV dan V sebagai subjek penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran dilakukan secara sistematis, diawali dengan penyusunan modul ajar, materi digital, dan asesmen berbasis e-learning. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara integratif dengan memanfaatkan platform e-learning sebagai media distribusi materi, pemberian tugas, hingga pelaksanaan evaluasi digital melalui fitur CBT. Proses pembelajaran juga dirancang untuk menumbuhkan kemandirian siswa melalui aktivitas pembelajaran yang melibatkan refleksi, akses mandiri terhadap materi, dan pelatihan tanggung jawab terhadap tugas. Hasil implementasi menunjukkan bahwa siswa telah mampu belajar secara mandiri, bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas dan asesmen digital, serta menunjukkan inisiatif dalam bertanya dan memperbaiki pemahaman mereka.Penelitian ini menunjukkan bahwa e-learning madrasah dapat menjadi sarana yang efektif dalam membentuk kemandirian belajar siswa jika dirancang secara terstruktur dan dilaksanakan secara konsisten. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi satuan pendidikan dasar lainnya dalam mengembangkan pembelajaran digital yang mendukung penguatan kemandirian belajar siswa.
