Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Sensory Play 3m Anak Usia 4-5 Tahun Di Tkm Nu Al Masyithoh 3 Sidoluhur-Lawang
Abstract
Kemampuan motorik halus merupakan salah satu aspek perkembangan penting bagi anak usia dini, karena berkaitan erat dengan keterampilan hidup seperti menulis, menggambar, menggunting, dan menempel. Berdasarkan hasil observasi awal di kelompok A TKM NU Al Masyithoh 3 Sidoluhur–Lawang, ditemukan bahwa sebagian besar anak masih mengalami kesulitan dalam mengoordinasikan gerakan tangan dan mata, seperti tidak mampu menggunting sesuai pola, mewarnai secara merata, dan menempel dengan tepat. Hal ini menunjukkan rendahnya keterampilan motorik halus yang dimiliki anak.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi awal motorik halus anak, penerapan kegiatan sensory play 3M (menggunting, mewarnai, dan menempel), serta peningkatan kemampuan motorik halus anak usia 4–5 tahun melalui kegiatan tersebut. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah 23 anak kelompok A, terdiri dari 10 anak laki-laki dan 13 anak perempuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sensory play 3M secara qqqefektif dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Pada siklus I, terjadi peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan kondisi pra-siklus, namun masih ditemukan beberapa kendala teknis dalam pelaksanaan. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, capaian kemampuan motorik halus anak meningkat secara optimal.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kegiatan sensory play 3M terbukti mampu meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 4–5 tahun. Hal ini dapat dibuktikan saat kegiatan pra siklus, hasil yang diperoleh peserta didik dalam kemampuan motorik halus masih dalam kriteria kurang, hanya 6 anak yang tuntas dan mencapai persentase keberhasilan sebesar 26,08% dengan kriteria Mulai berkembang (MB). Pada siklus I kegiatan Sensory play 3M pada anak usia 4-5 tahun di TKM NU Al Masyithoh 3 mengalami peningkatan, terdapat 12 anak yang tuntas dan mencapai persentase keberhasilan sebesar 53,87% dengan kriteria berkembang sesuai harapan (BSH). Kegiatan penelitian dengan kegiatan sensory play 3M dilanjutkan pada siklus II karena belum mencapai ketuntasan yang sesuai indikator keberhasilan yang ditetapkan. Pada siklus II, kegiatan sensory play 3M mengalami peningkatan yang signifikan yaitu dengan menghasilkan 21 anak yang tuntas dan mencapai persentase keberhasilan sebesar 91,30% dengan kriteria berkembang sangat baik (BSB). Siklus II merupakan siklus terakhir karena sudah mencapai indikator keberhasilan yang ditentukan yaitu ≥80%.
